Family Indonesia

Restart: Waktu untuk Lepas dari PMO

Restart: Waktu untuk Lepas dari PMO

Berdasarkan data Common Sense (2023), sekitar 73% remaja berusia 13–17 tahun pernah menonton pornografi secara online. Menariknya, lebih dari setengahnya (54%) melaporkan pertama kali melihat pornografi saat berusia 13 tahun. Data ini menunjukkan betapa mudahnya akses terhadap konten pornografi di era digital, serta bagaimana hal ini telah menjadi bagian dari pergumulan banyak remaja.

Pernahkah champs berada di titik di mana rasa penasaran berubah menjadi penyesalan, lalu berulang kali berjanji untuk berhenti tetapi tetap terjebak di siklus yang sama? Di awal mungkin terasa seperti pelarian dari stres atau kesepian, tapi lama-kelamaan malah membuat champs merasa bersalah, hampa, dan jauh dari Tuhan. Kalau pernah merasa seperti itu, champs nggak sendirian. Banyak yang sedang berjuang di area yang sama, dan kabar baiknya, selalu ada jalan keluar.

Apa Itu PMO?

 

PMO adalah singkatan dari Porn, Masturbation, dan Orgasm. Ketiga hal ini saling berhubungan dan bisa menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan. Paparan pornografi dapat mempengaruhi sistem dopamin di otak, yaitu bagian yang mengatur rasa senang dan motivasi.

Menurut studi neuroimaging oleh Kuhn dan Gallinat (2014), otak seseorang yang sering menonton pornografi bisa bereaksi mirip dengan otak yang mengalami kecanduan zat. Artinya, semakin sering otak mencari sensasi dari pornografi, semakin sulit bagi seseorang untuk merasa puas tanpa rangsangan tersebut. Pada remaja, paparan pornografi bisa berdampak luas, mulai dari cara berpikir, perilaku seksual, citra diri, hubungan sosial, hingga kesehatan mental.

Langkah Nyata Lepas dari PMO

 

Lambat laun, kebiasaan PMO dapat membuat seseorang kehilangan kendali dan merasa jauh dari jati diri maupun nilai-nilai yang diyakininya. Untuk bisa pulih, dibutuhkan motivasi dan sikap konsisten. Ohwovoriole (2024) membagikan beberapa langkah praktis yang dapat membantu seseorang melepaskan diri dari kebiasaan PMO dan memulai hidup yang lebih bebas:

     1. Membuat Alasan

Langkah pertama untuk lepas dari PMO adalah menemukan alasan yang kuat di balik keputusanmu. Champs mungkin ingin berhenti karena alasan agama, etika, atau nilai moral. Selama alasan-alasan tersebut lebih penting bagi champs daripada menonton pornografi, mereka akan menjadi faktor motivasi yang kuat.

Mempunyai alasan yang jelas akan membantu champs tetap bertahan ketika godaan datang. Saat keinginan itu muncul, coba tanyakan pada diri sendiri apakah sensasi singkat itu benar-benar sepadan dengan pengorbanan yang harus champs tanggung. Ingatlah, bahwa kebiasaan menonton pornografi menghambat champs untuk mencapai hidup yang diinginkan.

     2. Menghapus Akses ke Pornografi

Memiliki akses yang mudah ke konten pornografi di ponsel atau laptop membuat usaha untuk berhenti jadi jauh lebih sulit. Maka dari itu, menghapus semua akses adalah langkah penting untuk memutus siklus tersebut. Champs dapat menyingkirkan semua bentuk konten pornografi, baik yang tersimpan secara digital maupun fisik.

Kalau konten itu masih mudah dijangkau, champs akan lebih mudah kembali ke kebiasaan lama. Untuk membantu champs, pasanglah filter atau aplikasi pengaman yang bisa memblokir situs dan konten pornografi, seperti Ever Accountable. Champs juga bisa meminta bantuan seseorang dapat dipercaya untuk membuat kata sandi filter tersebut, supaya filter tersebut tidak bisa dihapus sendiri. Langkah ini akan membantu champs lebih mudah menahan dorongan dan memulai kebiasaan baru yang lebih sehat.

     3. Support System

Jika merasa sulit untuk berbagi perjuanganmu karena takut dihakimi, cobalah temukan orang yang bisa menerima dan memahami champs apa adanya. Membangun support system sangat penting bagi individu yang sedang berusaha pulih dari kecanduan pornografi.  Dukungan ini bisa berasal dari teman, keluarga, komunitas, atau berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Memiliki seseorang untuk diajak berbicara secara rutin dapat memberikan dukungan, motivasi, dan membantu champs tetap konsisten pada komitmenmu. Champs juga bisa menggunakan aplikasi di ponsel untuk mengingatkan seberapa jauh proses pemulihan telah berjalan. Ingatlah, menjalani proses satu hari demi satu hari bukan hanya untuk mereka yang berjuang melawan kecanduan narkoba atau alkohol. Selain itu, merayakan setiap langkah kecil dan memberi apresiasi pada diri sendiri juga merupakan bagian penting dari proses perubahan dan pemulihan.

     4. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Proses berhenti dari kebiasaan menonton pornografi bukanlah perjalanan yang mudah dan jarang berjalan lurus tanpa hambatan. Penting untuk disadari bahwa kemunduran atau kembali pada kebiasaan lama bisa saja terjadi. Saat hal itu terjadi, penting untuk tetap mengasihi diri sendiri. Ingatlah, bahwa proses membutuhkan waktu dan setiap langkah mundur bukan berarti kegagalan total.

Belajarlah untuk tidak keras pada diri sendiri dan menerima bahwa kesalahan adalah bagian dari proses menuju pemulihan. Champs bisa terus melangkah maju dengan mencari coping mechanism atau strategi yang paling cocok untukmu. Masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi champs selalu punya kesempatan untuk memperbaiki langkah dan melanjutkan perjalanan ke arah yang lebih baik.

     5. Coping Mechanism

Salah satu cara paling efektif untuk melepaskan diri dari kebiasaan lama adalah menggantinya dengan kegiatan yang positif setiap kali dorongan itu muncul. Mengembangkan coping mechanism yang sehat menjadi langkah penting dalam mengatasi kecanduan pornografi. Champs bisa mencoba berbagai aktivitas yang membantu mengalihkan pikiran secara sehat, seperti berolahraga, menghabiskan waktu bersama teman, menonton film, berjalan-jalan, dan lainnya. Dengan menumbuhkan kebiasaan positif, champs dapat perlahan menggantikan kebiasaan lama dengan cara-cara yang lebih membangun dan bermakna.

You can quit porn. It is possible.” —Trafalgar

Apabila champs merasa perlu seseorang untuk mendengarkan atau mendampingi perjalananmu, Focus on the Family Indonesia siap membantu champs melalui program konseling. Champs juga dapat menemukan tips-tips aplikatif terkait self development melalui Instagram kami @noapologiesindonesia atau melalui website Focus on the Family Indonesia. Jangan ragu untuk menjangkau kami, karena setiap langkah kecil membawa perubahan besar di masa depan.

 

Referensi

  • Common Sense. (2023). Teens and Pornography. https://www.commonsensemedia.org/sites/default/files/research/report/2022-teens-and-pornography-final-web.pdf
  • Kühn, S., & Gallinat, J. (2014). Brain structure and functional connectivity associated with pornography consumption: the brain on porn. JAMA psychiatry, 71(7), 827–834. https://doi.org/10.1001/jamapsychiatry.2014.93
  • Ohwovoriole, T. (2024, Februari 22). 7 ways to stop watching porn. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/7-ways-to-stop-watching-porn-5204044