Pernahkah couples merasa lelah dalam menjalani pernikahan Anda dan bertanya-tanya di dalam hati, “Bisakah pernikahan ini dipertahankan?”. Jangan khawatir, couples tidak sendirian. Tidak sedikit pasangan yang pernah terlintas dalam benaknya soal perceraian, bahkan dalam pernikahan yang tampak stabil sekalipun.
Setiap pasangan tentu menikah dengan harapan bisa langgeng selamanya. Namun, seiring berjalannya waktu, tantangan dalam pernikahan bisa terasa semakin berat. Ada kalanya konflik terasa tak kunjung berakhir dan jarak emosional mulai terbentuk. Maka dari itu, wajar jika di tengah perjalanan muncul rasa frustasi atau keraguan. Dalam kondisi yang sulit, pikiran tentang perceraian bisa muncul sebagai luapan kelelahan hati.
Hal ini tidak berarti pernikahan couples harus berakhir. Sama halnya dengan keinginan untuk berhenti dari pekerjaan, tidak otomatis membuat kita langsung mengajukan surat pengunduran diri. Begitu juga dengan pernikahan, pikiran untuk menyerah tidak selalu berarti akhir dari sebuah hubungan.
Pemikiran seperti itu sering kali muncul sebagai tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan dan diperbaiki dalam pernikahan couples, baik itu komunikasi yang mulai renggang, rutinitas yang melelahkan, atau tekanan dari tugas rumah tangga. Dengan kata lain, keinginan untuk menyerah bisa menjadi kesempatan couples untuk beristirahat sejenak dan mencari metode baru agar hubungan Anda tetap harmonis.
Dengan memandang pernikahan sebagai perjanjian seumur hidup, couples dapat menyadari bahwa komitmen tidak bergantung pada perasaan yang naik-turun. Komitmen adalah pilihan couples untuk tetap hadir, saling mengasihi, dan bertumbuh bersama, bahkan di tengah badai. Couples bisa menjadikan pemikiran-pemikiran itu sebagai panggilan untuk lebih jujur terhadap diri sendiri dan pasangan bahwa ada area yang butuh perhatian bersama.
Cara Menghadapi Pikiran tentang Perceraian
Memikirkan perceraian bisa menjadi pengalaman yang membingungkan dan emosional. Sebelum couples membuat keputusan besar, penting untuk menenangkan diri dan menemukan cara yang sehat dalam menghadapinya. Menurut Yong (2025), ada beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan:
1. Buka komunikasi dengan pasangan Anda
Ketika couples merasa tidak puas dalam pernikahan, wajar kalau ada keinginan untuk curhat ke keluarga atau teman dekat. Namun, membicarakan pasangan dalam keadaan emosi bisa membuat orang lain memiliki pandangan buruk tentang pasangan Anda. Bahkan setelah berdamai, pandangan buruk itu bisa tetap melekat di mata mereka.
Daripada memendam atau menceritakan ke orang lain, lebih sehat untuk mengungkapkan langsung pada pasangan. Komunikasi yang terbuka dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan memperkuat hubungan. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Saat menyampaikan hal-hal yang menjadi masalah bagi couples, gunakan kata-kata yang lembut dan tulus.
- Fokuslah pada apa yang couples rasakan, bukan menyalahkan pasangan. Misalnya, daripada menyalahkan pasangan Anda yang terlalu sibuk, lebih baik ungkapan bahwa couples merasa membutuhkan lebih banyak waktu bersama.
- Berikan pasangan Anda kesempatan untuk menjelaskan sudut pandang mereka.
2. Pendampingan dari profesional
Melakukan konseling dengan profesional bukan berarti pernikahan couples berada di ambang perceraian. Justru, ini adalah kesempatan untuk couples dapat memperkuat fondasi pernikahan. Banyak pernikahan yang sebenarnya masih bisa diselamatkan jika pasangan diajarkan keterampilan komunikasi yang tepat dan cara mengembalikan cinta dalam pernikahan mereka.
Konseling keluarga bukan hanya untuk pasangan yang bermasalah tetapi untuk setiap pasangan yang ingin memperkuat hubungan mereka. Melalui bimbingan profesional, pasangan memiliki ruang aman untuk membicarakan perasaan, mengurai luka lama, serta menemukan kembali tujuan bersama. Hal ini dapat membantu couples memahami nilai-nilai dan pribadi satu sama lain.
3. Meminta nasihat dari pasangan mentor yang dewasa dan dapat dipercaya
Pikiran tentang perceraian memang bisa muncul, dan itu wajar. Namun, pikiran tersebut tidak selalu berarti pernikahan sudah berakhir. Mendengar nasihat dari mentor yang dewasa dan dapat dipercaya yang mengenal couples dapat memberi perspektif baru yang lebih seimbang, sekaligus menolong couples untuk melihat situasi dengan lebih bijak. Dengan keberanian untuk menghadapi masalah secara terbuka dan mencari pertolongan yang tepat, ada peluang untuk membangun kembali pernikahan dengan dasar yang lebih kuat, jujur, dewasa, dan kokoh.
Couples, pernikahan tidak pernah dijanjikan sebagai perjalanan yang tanpa masalah. Justru, di sinilah cinta diuji dan diperkuat. Komitmen seumur hidup yang couple ikrarkan saat menikah berarti memilih untuk saling setia, bukan hanya pada saat mudah, tetapi juga di tengah kesulitan. Harapan bisa dipulihkan ketika pasangan berani kembali melihat janji pernikahan mereka. Mengingat kembali alasan mengapa dulu memilih satu sama lain dapat memberi kekuatan baru untuk terus melangkah.
Cinta yang bertahan bukanlah cinta yang tidak pernah diuji, melainkan cinta yang justru ditempa melalui badai. Di balik setiap konflik yang dihadapi bersama, ada peluang untuk semakin dekat, saling memahami, dan membangun fondasi yang lebih kokoh untuk masa depan. Tentu, ada perbedaan besar antara menghadapi konflik wajar dalam rumah tangga dengan berada dalam hubungan yang berbahaya atau abusive. Jika terjadi kekerasan, bantuan profesional menjadi hal yang mutlak.
“Two hearts, one promise, a lifetime together.” —Unknown
Jika couples telah memikirkan perceraian secara berulang atau dengan rasa sakit emosional, Focus on the Family Indonesia mendukung para couples melalui layanan konseling pasangan dan program Journey to Us. Kami berkomitmen untuk membantu couples memelihara hubungan pernikahan yang harmonis bersama pasangan Anda. Couples dapat menjangkau kami melalui direct message Instagram kami @focusonthefamilyindonesia atau WhatsApp pada nomor +6282110104006.
Referensi
- Yong, J. (2025, Juli 1). Is it normal to think about divorce?. Focus on the Family Singapore. https://family.org.sg/resource/is-it-normal-to-think-about-divorce/












