Champs, apakah kamu pernah merasa ragu untuk memberi nama pada perasaan yang dimiliki terhadap lawan jenis? Beberapa orang mungkin bertanya-tanya, apakah ini benar-benar cinta atau sekadar rasa suka semata. Untuk mengetahui jawaban dari apa yang sedang dirasakan, kamu perlu memahami perbedaan dan ciri-ciri unik dari crush, love, dan lust.
Crush
Apa itu crush?
Crush adalah bentuk ketertarikan atau perasaan suka yang bersifat sementara terhadap seseorang. Hal ini terjadi saat seseorang merasa tertarik pada orang lain, tetapi tidak menganggap orang tersebut sebagai sosok yang penting atau harus memiliki hubungan jangka panjang dengan kita. Perasaan naksir biasanya datang secara tiba-tiba, misalnya saat bertemu seseorang yang baru dan kita langsung merasa tertarik atau memiliki perasaan suka, meski belum benar-benar mengenal orang tersebut. Perasaan crush sering kali didorong oleh sifat-sifat tertentu yang menarik perhatian kita, misalnya penampilan fisik, kepribadian, atau sesuatu yang spesial tentang orang tersebut. Namun, perasaan naksir bukanlah bentuk cinta sejati karena sifatnya yang sementara dan tidak melibatkan ikatan emosional yang mendalam.
Kadang-kadang, perasaan crush bisa berkembang menjadi perasaan tergila-gila, yang berarti ketertarikan atau kekaguman yang lebih ekstrem. Perasaan tergila-gila ini lebih banyak didorong oleh fantasi atau gambaran ideal tentang seseorang, bukan pada hubungan yang nyata dan mendalam. Namun, ketertarikan ini bisa menjadi daya tarik awal yang dengan waktu dan komitmen dapat tumbuh menjadi cinta yang matang dan tanpa syarat.
Lust
Apa itu nafsu?
Lust (napsu) adalah emosi yang umumnya berkaitan dengan keinginan atau ketertarikan seksual. Ketika sedang merasakan nafsu, seseorang mungkin terus-menerus merasa tertarik secara seksual terhadap orang lain dan sulit untuk dikendalikan. Beberapa ahli menggambarkan perasaan nafsu sebagai perasaan yang lebih primitif dan mendasar, yang muncul secara alami dalam diri seseorang. Nafsu mencakup komponen, seperti gairah seksual, ketertarikan, dan pemenuhan kebutuhan fisik. Meskipun nafsu kadang terkait dengan perasaan cinta, nafsu lebih berfokus pada dorongan seksual yang mendasari perasaan tersebut. Biasanya, nafsu melibatkan emosi yang berhubungan dengan interaksi fisik dan bisa memunculkan sensasi yang sementara, tapi intens yang kadang menggoda seseorang untuk bertindak tanpa pertimbangan rasional. Lust juga mempengaruhi kimiawi tubuh kita, seperti hormon testosteron, feromon, dan androgen. Hormon-hormon ini yang berperan dalam bagaimana kita merasakan nafsu dan menjadi bagian dari naluri biologis manusia yang berkaitan dengan sistem reproduksi.
Tanda-tanda dari lust
- Merasa terangsang secara seksual.
- Merasa tertarik pada tubuh atau penampilan fisik seseorang.
- Memiliki keinginan untuk melakukan kontak fisik dengan seseorang.
- Memiliki fantasi berdasarkan hasrat seksual terhadap seseorang.
- Seseorang menjadi kurang menarik setelah kita mengenali kekurangannya.Memiliki keinginan untuk bertindak atas dorongan seksual.
- Sering berpikir untuk berhubungan seks dengan orang tersebut.
Lust says, “I want what I want.”
Love says, “I want what you need and I’m going to do everything in my power to meet your needs.” – Matthew L Jacobson
Love
Apa definisi dari cinta?
Cinta merujuk pada ikatan emosional yang mendalam dan pengabdian berdasarkan komitmen dan kepedulian yang tidak egois terhadap orang lain. Perasaan ini adalah perasaan yang kuat yang membuat kita merasa terhubung secara mendalam dengan orang tersebut, orang yang kita impikan ada dalam hidup kita. Ketika kita mencintai seseorang, ada keinginan untuk menghabiskan waktu bersama mereka, bukan hanya secara fisik, tetapi juga melibatkan perasaan untuk mempererat ikatan melalui aktivitas, seperti berbagi impian, pergi makan bersama, atau melakukan hal-hal lain yang mendalam dan tidak melibatkan aspek seksual. Seiring waktu, cinta ini akan tumbuh dan semakin kuat menjadi cinta sejati. Cinta sejati adalah perasaan yang bisa bertahan seumur hidup jika terus dirawat dan dikembangkan bersama pasangan kita. Cinta sejati mencerminkan rasa saling menghormati, empati, dan dukungan yang tak tergoyahkan. Dalam sebuah hubungan, cinta bukan hanya sekadar perasaan, tetapi juga sebuah pilihan untuk memprioritaskan kebahagiaan dan pertumbuhan bersama pasangan.
Tanda-tanda cinta
Mungkin banyak orang yang bingung untuk membedakan cinta dengan emosi lain. Oleh karena itu, di bawah ini terdapat beberapa tanda yang dimiliki saat seseorang sedang merasakan perasaan cinta.
- Merasakan ketertarikan emosional yang kuat.
- Memiliki rencana masa depan dengan orang yang dituju.
- Saling menghormati dan mendukung tujuan masing-masing.
- Komitmen yang mendalam terhadap satu sama lain.
- Kesediaan untuk mengatasi konflik bersama-sama.
- Bersedia mengorbankan apa pun untuk pasangan.
- Perasaan aman saat bersama.
- Kesediaan untuk membawa hubungan ke “tingkat berikutnya”.
- Rasa komitmen dan kesetiaan terhadap pasangan.
Bagaimana cara mengetahui apakah itu cinta atau nafsu?
Salah satu penelitian menunjukkan bahwa tatapan mata dapat memberikan petunjuk tentang apakah seseorang sedang merasakan cinta atau nafsu. Menurut Bolmont et al. (2014), orang cenderung menatap wajah seseorang ketika mereka merasakan cinta, sementara ketika merasakan nafsu tatapan mereka akan lebih fokus pada tubuh seseorang.
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa champs tanyakan kepada diri sendiri untuk memastikan apa yang sedang dirasakan kepada lawan jenis.
- Mengapa aku tertarik dengan hubungan tersebut?
- Apakah aku terbuka untuk bekerja keras dan berusaha untuk dia?
- Bagaimana perasaanku tentang kekurangan yang dimilikinya?
- Dari mana datangnya perasaan yang dirasakan?
- Seberapa besar rasa aman yang kurasakan dalam hubungan ini?
- Apakah aku merasa “terobsesi” dengan sesuatu dari diri orang tersebut?
Pada dasarnya, kita bisa merasakan perasaan cinta dan nafsu dalam hubungan, namun penting untuk menyadari bahwa cinta dan nafsu adalah dua emosi yang berbeda dan salah satunya mungkin lebih dominan dirasakan. Memahami perbedaan antara keduanya dapat membantu kita menilai apakah hubungan tersebut sehat, bermakna, dan layak diperjuangkan karena kita berhak untuk memperjuangkan dan diperjuangkan dengan cinta yang sehat.
“Flirt: When you fall for someone’s words.”
“Lust: When you fall for someone’s beauty.”
“Love: When you fall for someone’s soul.” – Scrawled
Apabila champs mengalami kebingungan dan kesulitan dalam memahami perasaan-perasaan ini, Focus on the Family Indonesia siap membantu champs berproses dalam membangun hubungan yang sehat melalui program konseling untuk berdiskusi dengan tenaga profesional. Kami juga menyediakan program No Apologies dengan memiliki unit untuk mempelajari batasan dan membangun hubungan yang sehat untuk para remaja. Champs dapat mengakses Instagram kami @noapologiesindonesia untuk informasi-informasi seputar remaja dan menghubungi kami melalui direct message melalui WhatsApp pada nomor +6282110104006.
Referensi:
Bolmont, M., Cacioppo, J. T., & Cacioppo, S. (2014). Love is in the gaze. Psychological Science, 25(9), 1748–1756. https://doi.org/10.1177/0956797614539706












