Parents, pendidikan karakter pada anak menjadi penting untuk diajarkan sedini mungkin. Pendidikan karakter dapat dimulai dari hal-hal kecil yang sering kali dianggap sepele, seperti penggunaan tiga kata ajaib, tolong, terima kasih, dan maaf. Meskipun sederhana, ketiga kata ini memiliki dampak yang luar biasa dalam membentuk kepribadian anak sejak dini.
Anak usia dini (0-6 tahun) adalah masa anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat atau biasa disebut dengan masa emas (golden age) (Pujianti et al., 2021). Pada masa ini, anak juga membentuk karakter pribadinya melalui rasa ingin tahu terhadap keadaan lingkungannya, bagaimana cara mereka dapat menjadi bagian dari lingkungannya, dan juga pada masa awal anak memasuki dunia pendidikan, dimana mereka mulai berinteraksi lebih banyak dengan teman-teman sebayanya secara positif maupun negatif, sehingga hal ini dapat membantu anak dalam mengembangkan sosialnya (Andarbeni, 2013). Pembentukan karakter pada anak sejalan juga dengan perkembangan sosial mereka. Perkembangan sosial adalah proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku dalam bergaul dan bersosial di lingkungan masyarakat (Aprily et al., 2023).
Pendidikan karakter sejak dini dapat parents atau tenaga pendidik tanamkan melalui pengalaman positif dengan pembiasaan hal-hal kecil, seperti mengajarkan anak untuk membiasakan mengucapkan tiga kata ajaib. Meskipun terlihat sederhana, membiasakan mengucapkan tiga kata ajaib kepada anak dan membantu anak mempraktekkan hal tersebut, menjadi modal dasar untuk anak belajar berinteraksi sosial dengan baik di lingkungannya, serta akan memberikan dampak baik untuk kehidupan di masa depan. Manfaat dari tiga kata ajaib (tolong, terima kasih, dan maaf) lebih dari sekadar sopan santun. Ketiga kata ini mengajarkan nilai-nilai penting seperti rasa hormat, rendah hati, empati, serta tanggung jawab.
Ketika anak diajarkan untuk menggunakan kata “tolong”, mereka belajar untuk menghargai orang lain dan menunjukkan permintaan yang sopan. Kata “terima kasih” secara tulus akan menumbuhkan rasa syukur dalam diri anak atas segala kebaikan yang telah diterimanya. Sementara kata “maaf” mengajarkan anak untuk mengakui kesalahan yang telah mereka lakukan, kesempatan untuk memperbaiki diri, dan belajar bertanggung jawab atas tindakannya. Mempraktikkan ketiga kata ini secara konsisten, anak tidak hanya menjadi pribadi yang lebih sopan ketika berinteraksi dengan orang lain, tetapi juga membangun kepekaan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Anak akan belajar bahwa komunikasi yang baik bukan hanya melibatkan perkataan mereka, tetapi juga dicerminkan melalui sikap dan penghargaan terhadap orang di sekitar.
Baca juga: Bimbing Anak untuk Mengenal Sentuhan yang Aman (Good Touch Bad Touch)
Parents memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong anak untuk menggunakan ketiga kata ini dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini ada empat cara yang dapat parents terapkan untuk membentuk karakter anak dengan tiga kata ajaib.
1 . Jelaskan Pengertian dari Tiga Kata Ajaib
Mengajari anak mengenai makna dari ketiga kata ajaib dengan cara yang anak mudah pahami, akan membantu mereka mudah dalam menerapkannya. Kata “terima kasih” digunakan saat kita ingin menunjukkan rasa syukur terhadap suatu kebaikan, seperti ketika ada orang lain yang membantu anak. Kata “tolong” digunakan saat anak ingin meminta bantuan dari orang lain, parents dapat juga menambahkan bahwa permintaan tolong perlu disebutkan dengan nada yang lembut dan sopan. Kata “maaf” merupakan ungkapan tulus saat anak berbuat salah lalu ingin mengakui kesalahannya, serta anak berusaha untuk memperbaiki kesalahannya.
2. Orang Tua sebagai Teladan
Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat dan dengar dari orang tua. Ketika parents memperlakukan orang di sekitar dengan penuh hormat, termasuk kepada anak-anak, mereka juga akan belajar untuk melakukan hal tersebut. Jika kita dengan sengaja menggunakan kata tolong, maaf, dan terima kasih dalam percakapan bersama anak, mereka akan lebih mudah memahami dan mengikuti perilaku tersebut. Selain itu, ketika parents secara konsisten menggunakan ketiga kata ini, menunjukkan kepada anak bahwa sopan santun bukan hanya sekedar formalitas, tetapi bagian dari nilai-nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua yang menjadi teladan akan membantu anak untuk internalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sendiri.
Contoh kalimat yang bisa orang tua berikan kepada anak, seperti:
- “Terima kasih sudah membantu Mama membereskan mainan dan merapikan tempat tidurnya ya.”
- “Maaf, tadi Ayah sedang menyetir sehingga tidak bisa mengangkat panggilan videonya.”
- “Nak, boleh tolong ambilkan kursi kecil untuk Mama kah? Terima kasih ya.”
Kalimat-kalimat tersebut bukan hanya berisikan tiga kata ajaib, tetapi juga alasan dari mengapa ketiga kata tersebut digunakan.
3. Berlatih dengan Permainan atau Cerita
Bila anak merasa kesulitan atau bingung ketika memahami penjelasan terkait tiga kata ajaib secara langsung. Parents dapat menggunakan metode yang lebih interaktif dan kreatif, seperti bermain peran dan membacakan anak buku cerita. Ketika bermain peran, orang tua dapat menyisipkan adegan yang terdiri dari permintaan tolong, ucapan terima kasih, dan maaf. Aktivitas seperti ini tidak hanya menyenangkan untuk anak, tetapi juga membantu mereka mempraktikkan penggunaan kata-kata tersebut dalam situasi yang relevan. Parents juga dapat menggunakan buku cerita yang memasukkan percakapan tiga kata ajaib di dalamnya.
4. Percaya pada Proses dan Apresiasi Anak Ketika Berhasil
Percaya bahwa anak sedang melakukan proses yang signifikan, juga bahwa mereka sedang belajar dari melihat tindakan kita sebagai orang tuanya. Dengan tidak memaksa anak untuk “bersikap sopan”’, kita menyiapkan mereka untuk sukses dengan belajar menghargai apa arti ketiga kata tersebut dan seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh ketiganya. Bila anak lupa untuk mengatakan tolong, terima kasih, dan maaf. Cara terbaik yang dapat parents lakukan adalah dengan mendorong anak melalui pengingat yang lembut, daripada memarahi mereka. Jika anak lupa mengucapkan “terima kasih” setelah mendapatkan bantuan, coba ingatkan dengan perlahan seperti berikut ini. “Barusan Mama membantu mengambilkan tas tersebut, lalu yang harus dilakukan adalah…”. Ketika anak diberikan pengingat seperti ini, mereka akan lebih mudah menerima dan memberikan respon positif terhadap pendekatan tersebut.
Memberikan apresiasi kepada anak ketika mereka berhasil menggunakan tiga kata ajaib, sangat penting dalam proses pembelajaran mereka. Apresiasi diberikan sebagai penguatan positif agar untuk anak akan terus melakukan perilaku yang baik di masa depan. Juga memperkuat perilaku baik yang mereka tunjukkan.
Seiring bertambahnya usia anak, mereka akan menghadapi banyak interaksi dengan orang lain, baik di sekolah, lingkungan sosial, atau bahkan dalam dunia kerja nantinya. Memiliki kebiasaan untuk selalu mengucapkan tolong, terima kasih, dan maaf, anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dengan berbagai situasi sosial dan membangun hubungan yang sehat dengan orang di sekitarnya. Bekal ini sangat berharga bagi anak untuk menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki empati dan kemampuan sosial yang baik.
Perlu diingat oleh parents bahwa cara terbaik untuk mendidik anak yang menghormati orang lain dan berbelas kasih adalah dengan mencontohkan hal tersebut dalam cara kita memperlakukan mereka. Memperlakukan anak-anak dengan hormat akan membantu orang tua membesarkan anak-anak yang penuh rasa hormat juga.
“Children learn to be kind by experiencing kindness.”
Bila parents ingin mendapatkan informasi seputar tips-tips parenting dari ahli, parents dapat mengunjungi laman website kami di “Focus on The Family Indonesia” dan dapat terhubung melalui Instagram kami @focusonthefamilyindonesia.
Referensi:
Andarbeni, S. L. (2013). Studi Tentang Tentang Kemampuan Interaksi Sosial Anak Kelompok A Dalam Kegiatan Metode Proyek Di Tk Plus Al-Falah Pungging Mojokerto. Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling UNESA, 4(1), 249562. http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6592
Aprily, N. M., Rosidah, A. K., & Hashipah, H. (2023). Maaf, terima kasih, tolong dan permisi: empat kata ajaib dalam pembentukan karakter sosial anak. As-Sibyan Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 123–132. https://doi.org/10.32678/assibyan.v8i1.8312
Pujianti, R., Sumardi, S., & Mulyadi, S. (2021). Perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun selama pembelajaran jarak jauh di Raudhatul Athfal. As-Sibyan Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 117–126. https://doi.org/10.32678/as-sibyan.v6i2.4919












