Hai Couples! Pernahkah Anda merasa tidak benar-benar dipahami oleh pasangan Anda? Atau mungkin mulai bertanya-tanya, “Ada apa dengan hubungan kami? Apakah cintanya mulai berkurang?”. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan couples maupun pasangan Anda. Pemahaman dalam pernikahan memang tidak terjadi secara otomatis. Ia bukan sesuatu yang muncul begitu saja, tetapi perlu dibangun, dijaga, dan diperbarui terus-menerus sepanjang perjalanan hubungan.
Banyak pasangan berpikir bahwa setelah bersama seseorang cukup lama, pemahaman pasti akan datang dengan sendirinya. Namun, pemahaman yang sejati jauh lebih dalam daripada sekadar tahu makanan favorit pasangan Anda atau jam berapa mereka bangun tidur. Pemahaman itu tentang mengerti apa yang mereka rasakan, apa yang mereka butuhkan, dan bahkan apa yang mereka takutkan.
Mengapa memahami pasangan bisa terasa begitu menantang? Salah satu alasannya adalah kehidupan yang semakin penuh tekanan. Pekerjaan, tagihan, urusan rumah, hingga kebutuhan anak membuat ruang untuk mendengarkan secara mendalam menjadi sangat terbatas. Selain itu, manusia terus berubah. Orang yang couples nikahi beberapa tahun lalu bukan lagi sosok yang sama hari ini, sama seperti Anda. Jika tidak terus saling mengenal, hubungan bisa terasa seperti dua orang asing yang tinggal di rumah yang sama. Dan harus diakui, ada kalanya ego atau luka lama membuat kita enggan membuka telinga dan hati.
Bagaimana Memulai Kembali?
Meningkatkan pemahaman dalam hubungan sangat penting untuk membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi, dan mempererat ikatan di antara pasangan. Couples tidak perlu menunggu momen besar atau perubahan drastis, cukup mulai dari tindakan-tindakan kecil yang bisa dilakukan hari ini. Smith (2024) membagikan beberapa pendekatan sederhana yang dapat membantu pasangan memperdalam pemahaman satu sama lain:
1. Mintalah Apa yang Anda Butuhkan
Komunikasi dan pemahaman biasanya berjalan beriringan. Jika couples merasa tidak dimengerti, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menyampaikan kebutuhan couples secara terbuka. Misalnya, couples bisa berkata, “Aku butuh kamu mencoba memahami perasaanku”. Namun, jangan berhenti pada kalimat itu saja. Jelaskan juga seperti apa bentuk “dipahami” versi Anda. Pasangan Anda mungkin memiliki pandangan yang berbeda tentang apa artinya dan bagaimana bentuk pemahaman. Dengan memperjelas apa yang couples maksud, pasangan Anda tidak perlu menebak-nebak, dan couples pun mendapatkan respons yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
2. Dengarkan dengan Rasa Ingin Tahu
Saat kita merasa tidak setuju atau tersudut, wajar jika muncul dorongan untuk membela diri atau langsung menilai apa yang pasangan katakan. Sayangnya, reaksi seperti ini seringkali justru memicu konflik, memperlebar jarak, dan membuat kita semakin tidak memahami satu sama lain. Cobalah penasaran tentang bagaimana perasaan mereka, mengapa mereka berpikir seperti itu, dan dampak apa yang dialami mereka. Ajukan pertanyaan yang mendorong pasangan untuk bercerita lebih banyak, sehingga couples dapat memperdalam pemahaman tentang apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Tahan keinginan untuk langsung bereaksi atau membalas. Ingat, couples tidak akan benar-benar memahami jika pikiran Anda justru sibuk menyiapkan jawaban selanjutnya.
3. Latih Empati
Empati adalah keterampilan penting yang menjadi inti dari pemahaman dalam hubungan. Dengan berempati, kita mencoba melihat situasi dari sudut pandang pasangan. Empati melibatkan pengakuan dan penerimaan emosi pasangan Anda, meskipun couples mungkin tidak sepenuhnya setuju dengan mereka. Namun, couples tidak perlu setuju untuk berlatih empati. Cobalah menempatkan diri couples di posisi mereka dan bayangkan apa yang mereka alami atau butuhkan. Dengan mengakui perasaan dan pengalaman pasangan Anda, couple dapat memperkuat kedekatan emosional dan rasa saling percaya dalam hubungan.
4. Dengarkan Hal-Hal yang Tidak Diucapkan
Kita sering terpaku pada kata-kata yang keluar dari mulut pasangan, sampai lupa untuk memperhatikan orang yang mengucapkannya. Dalam memahami hubungan, komunikasi bukan hanya tentang kalimat-kalimat yang diucapkan oleh pasangan Anda. Cobalah untuk memperhatikan semua aspek dari pasangan Anda saat mereka berbagi dengan Anda. Bagaimana nada suaranya? Apakah mereka menghindari kontak mata? Apakah mereka terlihat gelisah, bernapas cepat, atau tergagap? Sinyal-sinyal kecil ini sering memberi petunjuk tentang apa yang sebenarnya mereka rasakan, bahkan lebih jujur daripada kata-kata yang diucapkan.
5. Utamakan Memahami Sebelum Ingin Dipahami
Dalam percakapan dengan pasangan, kita sering kali begitu fokus pada apa yang ingin kita sampaikan hingga lupa memberi ruang bagi pasangan untuk didengar terlebih dahulu. Ketika salah satu terlalu sibuk berbicara atau mempertahankan sudut pandangnya, kesempatan untuk memahami satu sama lain pun menjadi hilang. Jika couples ingin memperdalam pemahaman dalam hubungan, cobalah untuk memprioritaskan pasangan Anda sebelum menyampaikan pandangan Anda sendiri. Ketika keduanya saling berupaya memahami sebelum menuntut untuk dipahami, hubungan akan memiliki fondasi yang lebih kuat.
6. Hormati Perbedaan
Setiap pasangan pasti membawa latar belakang, cara berpikir, dan gaya hidup yang berbeda. Daripada mencoba mengubah pasangan agar sesuai dengan keinginan Anda, belajarlah menerima dan menghargai keberadaannya. Ketika couples bisa melihat perbedaan sebagai sesuatu yang istimewa dan berharga, hubungan pun berkembang menjadi lebih dewasa.
7. Belajar Berkompromi
Dalam hubungan mana pun, kompromi adalah keterampilan penting yang membuat dua pribadi dapat berjalan seiringan. Tidak semua hal harus dimenangkan atau diikuti salah satu pihak, terkadang menemukan titik tengah justru menjadi jalan terbaik bagi keduanya. Cobalah mencari solusi yang tetap menghormati kebutuhan masing-masing, lalu bangun kesepakatan bersama dengan sikap terbuka dan mau bekerja sama.
8. Membangun Kepercayaan
Kepercayaan adalah dasar kuat yang menopang setiap hubungan. Tanpa rasa percaya, upaya untuk saling memahami akan terasa lebih sulit dan berat. Maka dari itu, membangun kepercayaan menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan yang sehat. Tunjukkan bahwa couples bisa diandalkan dengan menepati janji, bersikap jujur, dan konsisten dalam tindakan. Ketika kepercayaan tumbuh, pasangan akan merasa aman untuk berbagi secara terbuka.
9. Berbagi Pengalaman
Menghabiskan waktu bersama melalui berbagai aktivitas dapat membuka ruang untuk terhubung lebih dalam. Tidak perlu selalu hal besar, mulai dari melakukan hobi bersama, berjalan-jalan, hingga rutinitas harian yang sederhana pun bisa mempererat kedekatan. Ini menjadi salah satu cara paling alami untuk memperkuat ikatan emosional dalam hubungan.
10. Berikan Apresiasi
Ungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas usaha, pemikiran, dan sudut pandang pasangan Anda. Hindari meremehkan atau mengabaikan perasaan mereka, sebaliknya hargai kontribusi mereka dalam hubungan. Ungkapkan rasa syukur untuk hal-hal sederhana yang mereka lakukan setiap hari dan akui peran mereka dalam hidup Anda. Ketika rasa hormat dan apresiasi diberikan secara timbal balik, hubungan pun tumbuh dalam suasana yang lebih aman, hangat, dan penuh kasih.
11. Komunikasi Non-Verbal
Komunikasi bukan hanya tentang kata-kata, banyak makna justru tersampaikan melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi suara. Isyarat-isyarat kecil ini sering memberi petunjuk penting tentang apa yang sebenarnya dirasakan pasangan, bahkan ketika mereka kesulitan mengungkapkannya secara verbal. Dengan lebih peka terhadap sinyal nonverbal ini, couples dapat memahami emosi pasangan Anda dengan lebih akurat dan merespons dengan cara yang lebih penuh perhatian.
12. Cari Bantuan Profesional
Jika couples terus mengalami kesulitan untuk saling memahami, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari psikolog atau konselor. Profesional dapat membantu memberikan sudut pandang baru, teknik komunikasi, serta strategi yang lebih efektif untuk membangun kembali koneksi dalam hubungan. Mengikuti sesi konseling dapat menjadi ruang aman bagi couples untuk belajar memahami satu sama lain dengan lebih baik.
Focus on the Family Indonesia mendukung para couples melalui layanan konseling pasangan dan program Journey to Us. Kami berkomitmen untuk membantu couples memelihara hubungan pernikahan yang harmonis bersama pasangan Anda. Couples dapat menjangkau kami melalui direct message Instagram kami @focusonthefamilyindonesia atau WhatsApp pada nomor +6282110104006.
Referensi
- Smith, S. (2024, 30 Juli). 12 ways to be more understanding in relationships. Marriage.com. https://www.marriage.com/advice/relationship/understanding-relationships/












