Family Indonesia

Perjuangan Pasangan Menghadapi Rasa Bosan dalam Pernikahan

Perjuangan Pasangan Menghadapi Rasa Bosan dalam Pernikahan

 Couples, setelah mengarungi pernikahan selama bertahun-tahun, apakah anda pernah berada di titik jenuh yang membuat anda merasa bosan dalam pernikahan? Momen ini tentunya bukan hal yang asing terjadi, setiap pernikahan akan mengalami yang namanya pasang surut dan berhenti di titik jenuh. Sayangnya, banyak couples yang merespon situasi ini dengan menyalahkan pasangannya karena dianggap tidak lagi menarik, tanpa menyadari bahwa kejenuhan tersebut terjadi karena andil dua pihak. Kejenuhan ini dapat diatasi ketika kedua pihak ingin mencari tahu apa yang salah dalam hubungannya dan berusaha mengubah situasi yang ada.

Kebosanan dalam pernikahan dapat diakibatkan oleh kurangnya hal baru dan stimulasi, serta faktor lain seperti penyakit, tekanan keuangan, isolasi sosial, atau ketidakcocokan intelektual (Harasymchuk & Fehr, 2010). Kurangnya hal baru dan stimulasi dapat membuat hubungan terasa membosankan dan mudah ditebak. Namun, ini adalah tantangan universal yang dapat diatasi dengan   dalam pernikahan. Kebosanan juga dapat mencerminkan kurangnya pertumbuhan pribadi yang dapat membuat pasangan tampak kurang menarik dan atraktif. Di negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, atau Inggris, kebosanan dalam pernikahan dapat dipengaruhi oleh tingginya ekspektasi orang terhadap pasangan dan hubungan mereka (Muturi, 2023).

Merasa bosan bukan berarti sudah tidak ada cinta lagi untuk pasangan kita. Kebosanan adalah respon alami terhadap perubahan cara kita mengalami cinta romantis seiring berjalannya waktu. Hal ini merupakan sebuah sinyal bahwa kita dan pasangan berkesempatan untuk berhenti sejenak, merenung, dan menghidupkan kembali keintiman melalui langkah-langkah baru yang positif. Melakukan aktivitas baru, baik secara individu maupun bersama, bisa menghidupkan kembali semangat dalam hubungan dengan membuka peluang untuk tumbuh dan berkembang. Namun, kebosanan yang dibiarkan begitu saja dapat membuat meningkatnya konflik, menurunkan keintiman, dan kepuasan pernikahan yang lebih rendah (Tsapelas et al., 2009). Oleh karena itu, mengenali tanda kebosanan yang dialami dalam pernikahan dapat menjadi langkah awal yang dilakukan untuk membangun ikatan yang lebih kuat.

Tanda-tanda individu sedang mengalami kebosanan dalam pernikahannya, yaitu:

  • Kurang atau tidak tertarik lagi dengan kehidupan, perasaan, pemikiran, atau minat pasangan.
  • Kurang atau tidak adanya perhatian terhadap satu sama lain.
  • Hal-hal kecil yang dulu terasa penting, sekarang mungkin terabaikan.
  • Pemikiran akan masa depan hubungan menimbulkan perasaan cemas, tidak bersemangat, dan ketidakbahagiaan.
  • Menghabiskan waktu dengan orang lain terasa jauh lebih menyenangkan, daripada bersama pasangan.
  • Percakapan terasa hambar karena sulit menemukan topik untuk dibicarakan atau tidak ada hal yang sama-sama disukai.
  • Keheningan yang dulu terasa nyaman kini berubah menjadi canggung.
  • Kegiatan yang dulu menyenangkan bersama pasangan kini terasa hambar atau membosankan.
  • Hal-hal kecil mudah memicu pertengkaran atau rasa jengkel.
  • Ketertarikan romantis atau seksual mulai memudar.

Baca juga: Kehilangan Semangat dalam Pernikahan, Memahami Marital Burnout

Ketika couples mulai merasa bosan dengan pernikahan anda, penting untuk mengambil langkah-langkah guna menumbuhkan kembali semangat dalam hubungan. Hal ini dapat dilakukan dengan menemukan hal-hal baru untuk dilakukan bersama. Couples juga bisa membuat perubahan lain dalam hidup keduanya, guna mengatasi perasaan tidak puas yang menciptakan rasa bosan itu.

“A good marriage is one which allows for change and growth in the individuals and in the way they express their love.”

  • Pearl S. Buck

 

Apa saja yang bisa couples lakukan untuk mengurangi rasa bosan yang dapat muncul sewaktu-waktu dalam pernikahan.

1.     Mengubah Rutinitas Sehari-hari

Rasa jenuh dalam hubungan sering kali mencerminkan kebosanan dalam rutinitas secara keseluruhan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengubah kebiasaan sehari-hari. Misalnya, daripada selalu makan di tempat yang sama, cobalah pergi ke restoran atau kafe baru bersama pasangan. Coba juga untuk meluangkan waktu secara rutin untuk benar-benar terhubung satu sama lain tanpa gangguan. Saat hubungan mulai terasa monoton, mencoba hal-hal baru secara bersama-sama bisa menghadirkan kembali antusiasme dan daya tarik dalam hubungan. Melakukan hal ini dengan sengaja merupakan bentuk komitmen nyata untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

2.     Melakukan Proyek Bersama

Menjalani proyek bersama, baik dalam bentuk hobi, pekerjaan rumah, maupun bisnis kecil, dapat mempererat hubungan. Ketika pasangan bekerja sebagai tim, rasa saling kagum dan tertarik bisa tumbuh kembali. Penelitian menunjukkan bahwa melakukan aktivitas bersama pasangan merupakan salah satu cara efektif untuk mengatasi kebosanan dalam hubungan. Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi penyegaran dalam rutinitas harian. Berikut beberapa kegiatan yang bisa dicoba untuk menghidupkan kembali semangat dalam hubungan:

  • Berolahraga bersama secara rutin
  • Mendaftar kelas memasak untuk pasangan
  • Menjelajahi tempat baru
  • Menonton serial atau acara TV baru bersama
  • Menyaksikan pertandingan olahraga
  • Membuat album foto atau scrapbook berisi kenangan-kenangan bersama
  • Menghadiri konser
  • Mendaki gunung atau menjelajah alam

 

3.     Kembali Berkencan Seperti Dulu Lagi

Jika hubungan terasa monoton, cobalah kembali ke masa awal ketika couples sering berkencan. Menyempatkan waktu untuk kencan setidaknya seminggu sekali dapat membantu membangun kembali keintiman dan membuka ruang untuk komunikasi. Agar lebih seru, sesekali berikan kejutan pada pasangan misalnya dengan membelikan tiket konser atau mengajak berpetualang secara spontan. Kuncinya adalah memberikan waktu untuk benar-benar fokus pada satu sama lain, tanpa gangguan pekerjaan atau urusan lain. Mengadakan kencan bersama pasangan dapat dibantu dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan seru yang bisa memancing percakapan mendalam. Couples juga dapat bergantian memilih tempat kencan atau aktivitas yang bisa menambah variasi dan keseruan saat pergi berkencan.

4.     Konseling Pasangan

Jika kebosanan yang dirasakan sudah mengarah pada perasaan terputus, tidak terhubung, atau bahkan munculnya masalah komunikasi yang serius, maka berbicara dengan konselor atau terapis bisa sangat membantu. Konseling bisa memberikan ruang yang aman bagi pasangan untuk mengungkapkan perasaan, mencari akar masalah, dan membangun kembali hubungan yang sehat dan bermakna. Konseling pasangan efektif dalam membantu meningkatkan kualitas komunikasi, kepuasan hubungan, serta keintiman emosional dan fisik. Jika kebosanan disertai dengan hilangnya minat dalam berbagai aspek kehidupan, ini bisa menjadi tanda adanya masalah psikologis seperti depresi, stres berat, atau gangguan kecemasan. Dalam kasus ini, penting untuk segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental.

 

Mengatasi kebosanan dalam rumah tangga bukanlah tugas yang mudah, namun juga bukan hal yang mustahil. Dengan komunikasi yang terbuka, saling memahami, dan berupaya memperbarui rutinitas bersama, couples dapat kembali menemukan kebahagiaan dalam kebersamaan.  Komunikasi yang tulus dan kesediaan untuk tumbuh bersama, baik secara individu maupun bersama pasangan adalah kunci agar rumah tangga berkembang menjadi tempat yang penuh cinta, saling menghargai, dan bermakna. Couples, mari jadikan kebosanan bukan sebagai jurang pemisah, melainkan titik balik menuju rumah tangga yang lebih bahagia dan harmonis.

 

“There is no challenge strong enough to destroy your marriage as long as you are both willing to stop fighting against each other and start fighting for each other.”

  • Dave Willis

 

Focus on the Family Indonesia menyusun acara khusus untuk pasangan suami istri yang ingin mempererat hubungan dan menghidupkan kembali kehangatan cinta dalam pernikahan anda. Kegiatan “Date Night akan mencakup berbagai aktivitas pasangan dan tentunya makan malam bersama dengan orang terkasih. Bila couples juga membutuhkan bantuan dari tenaga profesional untuk membantu melewati titik balik kebosanan dalam pernikahan, FOFI menyediakan layanan konseling dengan para psikolog berpengalaman. Couples dapat menghubungi kami melalui direct message Instagram kami @focusonthefamilyindonesia atau WhatsApp pada nomor +6282110104006.

 

Referensi:

Harasymchuk C., Fehr B. (2010). Looking back: The experience of first romantic boredom. Personal Relationships, 17(4), 513-534.

Muturi, E. (2023). The impact of boredom in marriage on marital satisfaction. International Journal of Psychology, 8(3), 43–54. https://doi.org/10.47604/ijp.2120

Tsapelas, I., Aron, A., & Orbuch, T. (2009). Marital boredom now predicts less satisfaction 9 years later. Psychological Science, 20(5), 543–545. https://doi.org/10.1111/j.1467-9280.2009.02332.x