Penelitian dari Health Collaborative Center (HCC, 2025) menemukan bahwa 50% orang Indonesia mengalami overthinking. Overthinking sendiri merupakan kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan, baik hal yang sudah lewat maupun yang bahkan belum terjadi. Misalnya, kepikiran terus soal nilai ujian yang belum keluar, membayangkan skenario terburuk, atau terlalu khawatir tentang apa yang dipikirkan orang lain. Sekilas memang terasa sepele, tapi kalau dibiarkan bisa bikin hati nggak tenang dan pikiran terasa penuh.
Overthinking sering kali dipandang negatif, namun sebenarnya ada sisi baik yang bisa kita ambil darinya. Pikiran berlebihan ini bisa diibaratkan seperti alarm yang memberi tanda kalau kita sedang berada dalam situasi yang perlu kita hadapi. Jika dikelola dengan baik, overthinking bisa berubah menjadi kesempatan untuk champs dapat berpikir lebih mendalam dan terarah.
Masalahnya, banyak orang tidak punya waktu atau kesabaran untuk benar-benar memahami isi pikirannya. Kita cenderung lebih banyak fokus pada aspek negatif dari suatu masalah. Padahal, ketika memikirkan suatu masalah secara mendalam, champs punya peluang untuk menganalisisnya dari berbagai sudut pandang. Berpikir secara mendalam sangat berguna jika menghasilkan pemahaman yang lebih jelas, rencana yang matang, dan keputusan yang kuat.
Dampak Overthinking
Overthinking bisa menjadi bumerang. Kalau tidak dikelola dengan baik, overthinking justru akan menjerumuskan kita ke dalam periode kebingungan, rasa cemas yang berkepanjangan, bahkan ketidakmampuan untuk mengambil keputusan. Lama-kelamaan, keresahan dan kekhawatiran yang terus menerus bukan cuman mengikis kedamaian, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental champs dalam jangka panjang. Menurut Suroiyya & Habsy (2024), terdapat beberapa dampak negatif dari overthinking:
- Stress dan kecemasan
- Insomnia
- Sering merasa pusing
- Masalah pencernaan
- Hipertensi dan penyakit jantung
Tips Mengelola Overthinking
Kabar baiknya, overthinking bisa dikelola kok! Nggak harus terus-terusan jadi beban pikiran. Menurut Witmer (2024), terdapat beberapa cara untuk menghentikan overthinking:
1. Kenali Pemicu Pikiran Negatif
Cobalah menuliskan pengalaman atau momen yang sering membuat champs berpikir berlebihan. Dengan mencatatnya secara rutin, champs bisa menemukan pola tertentu yang menjadi pemicu overthinking. Saat pola itu mulai terlihat, champs akan lebih mudah mengenali kapan overthinking muncul dan bisa menyiapkan strategi untuk menghadapinya.
2. Mengalihkan Perhatian
Daripada hanya duduk dan memikirkan masalah selama berjam-jam, champs bisa mengalihkan perhatianmu sejenak. Mengalihkan perhatian sejenak dapat memberikan otak ruang untuk beristirahat dan lebih fokus pada hal yang produktif. Champs dapat melakukan teknik pernafasan, olahraga, meditasi, atau aktivitas lain yang kamu sukai. Cara ini dapat membantu menenangkan, mengatasi dan mengendalikan pemikiran yang tidak diinginkan.
3. Melihat Pikiran Secara Objektif
Champs perlu melihat suatu pemikiran secara objektif. Apakah sebuah pemikiran itu logis, masuk akal, atau bermanfaat? Jika champs menyadari bahwa pikiran kamu tidak masuk akal atau tidak berguna, maka hal itu akan membuat pikiran champs lebih mudah dikelola. Dengan begitu, champs dapat belajar membangun pola pikir yang lebih sehat.
4. Mengubah Pikiran Negatif
Mengubah perspektif menjadi lebih positif dapat membantu mengurangi kecenderungan untuk overthinking. Misalnya, daripada langsung fokus pada kemungkinan gagal, lebih baik memikirkan langkah apa yang bisa champs lakukan supaya berhasil. Mungkin akan terasa sulit pada awalnya, tapi dengan melatih diri champs dapat mengganti pikiran negatif dengan pikiran yang lebih bermanfaat.
5. Mencari Bantuan
Champs bisa mencari dukungan dari teman atau anggota keluarga yang dipercaya. Mendapatkan perspektif dan dukungan dari orang terdekat akan sangat membantu dalam mengelola pikiran. Namun. jika champs merasa terus-menerus kewalahan dengan pemikiran sendiri atau tidak bisa berhenti overthinking, pertimbangkan untuk berbicara dengan profesional kesehatan mental. Mereka juga dapat membantu mengidentifikasi dan mengobati penyebab yang mendasari overthinking, seperti kecemasan atau depresi.
Apabila champs mengalami overthinking sampai mengganggu kegiatan sehari-hari, Focus on the Family Indonesia siap membantu champs melalui program konseling. Champs juga dapat menemukan tips-tips aplikatif terkait self development melalui Instagram kami @noapologiesindonesia atau melalui website Focus on the Family Indonesia. Jangan ragu untuk menjangkau kami, karena setiap langkah kecil membawa perubahan besar di masa depan.
Referensi
- Health Collaborative Center. (2025, Februari 24). Studi temukan separuh orang Indonesia overthinking, kebanyakan perempuan muda. Health Collaborative Center. https://healthcollaborativecenter.or.id/studi-temukan-separuh-orang-indonesia-overthinking-kebanyakan-perempuan-muda/
- Suroiyya, F. O., & Habsy, B. A. (2024). Tinjauan Overthingking dan Berbagai Intervensi Konseling Untuk Mengatasinya. Jurnal BK UNESA, 14(2).
- Witmer, S. A. (2024, Agustus 14). What is overthinking, and how do I stop overthinking everything? https://www.goodrx.com/health-topic/mental-health/how-can-i-stop-overthinking-everything?srsltid=AfmBOoooeozroWVujtm6E3GMh015w9m
T4FEscJRztkjpsthDbROCbXuJ












