Family Indonesia

Uncategorized

Memahami Self-Hatred: Langkah Menuju Penerimaan Diri

Champs, apakah kamu sering memiliki pikiran, “Aku membenci diriku sendiri”?

Jika kamu dipenuhi dengan perasaan membenci diri sendiri, kamu tentu tahu betapa frustasinya perasaan itu. Kebencian terhadap diri sendiri tidak hanya membatasi apa yang dapat kamu capai dalam hidup, tetapi juga memperburuk kualitas kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan dan depresi.

Self hatred atau kebencian terhadap diri sendiri adalah bentuk kritik yang ekstrem terhadap diri sendiri. Kita mungkin merasa tidak ada yang dapat kita lakukan dengan cukup baik, bahwa kita tidak layak atau tidak pantas mendapatkan hal-hal yang baik dalam hidup. Kebencian terhadap diri sendiri dapat terasa seperti ada orang yang mengikuti kita sepanjang waktu, mengkritik kita, menunjukkan setiap kekurangan, atau bahkan mempermalukan kita untuk setiap kesalahan yang ada.

Kebencian terhadap diri sendiri memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat menghalangi kita untuk membuat keputusan penting, mengambil risiko, berhubungan dengan orang lain, dan mencapai tujuan. Cara pandang terhadap diri sendiri dapat berdampak langsung pada hubungan kita dengan orang lain. Keyakinan yang dimiliki terhadap diri sendiri, menentukan bagaimana cara kita memandang dunia, menginterpretasikan pengalaman hidup, dan cara kita berpikir tentang pandangan orang lain kepada kita.

Kenapa seseorang bisa membenci dirinya sendiri?

Membenci diri sendiri lebih umum terjadi daripada yang disadari oleh banyak orang. Populasi tertentu, seperti remaja dan dewasa muda, sangat rentan terhadap kebencian terhadap diri sendiri karena tekanan prestasi akademik, perbandingan teman sebaya, dan pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental (Harrison et al., 2022). Bagi orang lain, kebencian terhadap diri sendiri dapat berasal dari masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, atau masalah citra tubuh. Selain itu, tekanan sosial dan standar yang tidak realistis dari media sosial juga berperan besar dalam hal ini. Mereka yang pernah mengalami trauma atau pengalaman buruk di masa kecil mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kebencian terhadap diri sendiri. Namun, sangat penting untuk dicatat bahwa kebencian terhadap diri sendiri dapat memengaruhi individu dari semua lapisan masyarakat dan usia.

Ada banyak alasan mengapa seseorang mungkin bergumul dengan kebencian terhadap diri sendiri dan hal ini dapat berbeda untuk setiap orang. Mungkin kita tidak tiba-tiba membenci diri sendiri, salah satu kemungkinannya adalah bahwa kebencian terhadap diri sendiri mungkin merupakan reaksi alami terhadap peristiwa traumatis. Manusia memiliki kebutuhan yang besar untuk memahami berbagai hal. Ketika peristiwa traumatis terjadi, kita sangat membutuhkan suatu penjelasan. Tetapi, mungkin kita tidak bisa memahami mengapa trauma itu terjadi. Sebagai pengganti dari penjelasan yang lebih baik, kita tidak melihat ada pilihan lain selain melemparkan kesalahan ke dalam diri kita sendiri. Kita khawatir bahwa hal buruk itu terjadi karena kita telah melakukan suatu kesalahan besar dan dari  kesalahan ini, kita menyimpulkan bahwa kita memiliki kelemahan karakter yang mendalam.

Memahami akar penyebab kebencian diri sendiri adalah langkah pertama menuju penyembuhan dan menerapkan welas asih pada diri sendiri. Setelah kita mengidentifikasi sumber penyebab pikiran negatif, kita bisa mulai menghadapi pikiran-pikiran tersebut dan menggantinya dengan self-kindness (kebaikan hati). Mulailah dengan perlahan-lahan, melepaskan tekanan dari memberikan penjelasan tentang ketidaksempurnaan diri. Kita tidak akan dihukum karena kesalahan kita. Sebaliknya, kita telah melakukan yang terbaik berdasarkan kemampuan kita dalam keadaan yang kita hadapi. Tidak sempurna tidak menunjukkan apa-apa tentang diri kita, itu hanya menunjukkan bahwa kita adalah manusia dengan semua kekuatan dan kelemahan kita.

Negative Inner Critic 

Jika champs berpikir “Aku benci diriku sendiri,” kemungkinan besar champs memiliki suara batin negatif yang selalu merendahkan diri sendiri. Suara kritik dari dalam diri ini mungkin bentuk dari membandingkan diri dengan orang lain atau pernyataan bahwa kita tidak cukup baik. Pikiran-pikiran ini dapat membuat champs merasa seperti orang yang terbuang atau tidak menjadi diri sendiri ketika sedang bersama orang lain. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin dikatakan oleh kritikus batin kita: 

  • “Ini semua adalah salah ku.”
  • “Kenapa aku tidak bisa seperti mereka? Orang lain lebih baik daripada diriku.”
  • “Aku tidak akan pernah berhasil tidak peduli seberapa keras aku berusaha.”
  • “Aku akan mengacaukan hal ini seperti ketika aku mengacaukan hal lainnya.”
  • “Mengapa orang seperti itu menyukaimu? Pasti ada motif tersembunyi.”
  • “Kamu tidak bisa memercayai siapa pun. Mereka hanya akan mengecewakanmu.”
  • “Aku tidak pernah puas dengan kinerja diriku, aku membuat kesalahan.”

Jika champs memiliki suara-suara tersebut di kepala, kamu mungkin akan percaya bahwa jenis pemikiran kritik ini adalah kebenaran. Jika suara tersebut mengatakan bahwa kita tidak berharga, bodoh, atau tidak menarik, kita akan sangat mungkin memercayai hal-hal tersebut. Melalui pikiran-pikiran tersebut, akan muncul keyakinan bahwa kita memang tidak layak mendapatkan cinta, kesuksesan, kepercayaan diri, atau kesempatan untuk melakukan kesalahan.

If you have a negative core belief about yourself, you will not be able to understand other people’s motives. This can directly affect an interpersonal relationship and how you view yourself within the dynamic.” – Allie Soss

 

Menghentikan Siklus Self-Hatred 

Hidup dengan kebencian terhadap diri sendiri tentu sangat melelahkan, menguras tenaga, dan membuat kita merasa terisolasi. Ada beberapa langkah yang dapat champs lakukan untuk menenangkan kritik dari dalam diri kita dan melangkah maju dengan cara-cara yang lebih positif. Menghentikan kebencian terhadap diri sendiri, membutuhkan kombinasi dari bantuan langsung dan upaya jangka panjang menuju self-compassion. Bantuan jangka pendek untuk mendapatkan kelegaan adalah dengan melatih pernapasan dalam-dalam atau terlibat dalam kegiatan yang membawa kegembiraan sementara. Bantuan jangka panjang dapat dilakukan dengan mengatasi akar penyebab kebencian terhadap diri sendiri, mencari bantuan profesional jika diperlukan, dan berkomitmen untuk mempraktikkan perawatan diri, serta penerimaan diri secara konsisten.

  1. Give yourself Time

Penting untuk diingat bahwa mengubah cara pandang terhadap diri sendiri bukanlah sesuatu yang akan terjadi dalam semalam. Menyediakan waktu dan ruang bagi diri kita sendiri untuk mengidentifikasi area spesifik yang dihadapi atau untuk menyadarkan diri tentang bagaimana pandangan diri memengaruhi hubungan dengan diri sendiri dan orang lain adalah langkah pertama yang bisa dilakukan. 

2. Talk Back to Your Inner Critic

Ketika kita mulai lebih menyadari emosi kita dan pemicunya, cobalah untuk mengidentifikasi pikiran-pikiran yang kita miliki ketika dihadapkan pada peristiwa negatif. Tanyakan pada diri sendiri apakah pikiran tersebut realistis atau apakah kita sedang terlibat dalam distorsi pikiran. Cobalah untuk melawan intimidasi dalam diri dengan argumen yang bertentangan. Jika kesulitan untuk membangun suara yang kuat sendirian, bayangkan diri kita sendiri berperan sebagai orang yang lebih kuat yang kita kenal, seperti teman, orang terkenal, atau pahlawan super. Lalu, berbicara kembali kepada suara kritis di kepala kita.

3. Menemukan Kekuatan Diri

Mengidentifikasi kekuatan diri dapat membantu meredam kebencian terhadap diri sendiri. Bila kita merasa sulit untuk menemukannya sendiri, champs dapat mempertimbangkan untuk meminta pendapat orang lain. Mengidentifikasi hal-hal positif yang spesifik dalam hidup adalah cara untuk berfokus pada sesuatu yang positif tentang diri sendiri.

4. Tetapkan Tujuan yang Realistis & Rayakan Pencapaian Kecil

Menciptakan tujuan yang dapat dicapai adalah strategi untuk meningkatkan harga diri dan melawan kebencian terhadap diri sendiri. Hal yang tidak kalah penting adalah mengakui dan merayakan setiap pencapaian, sekecil apa pun itu. Ingatlah, setiap pencapaian kecil berkontribusi pada kemajuan diri kita secara keseluruhan.

5. Berada bersama Orang-orang yang mendukung

Memiliki orang-orang yang percaya pada kita dan mendapatkan sambutan positif dari mereka, dapat membantu untuk melawan self-hatred dan mengatasi kritik dari dalam diri kita. Selain itu, mengelilingi diri dengan orang-orang yang melihat diri mereka sendiri dan orang lain secara positif, dapat menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik kepada diri sendiri. Kata-kata positif dari mereka dapat menjadi model self-compassion kepada diri sendiri.

6. Practice Self-Care

Perawatan diri adalah praktik mendasar untuk memiliki aktivitas yang meningkatkan kesehatan fisik, emosional, dan mental kita. Ada banyak jenis perawatan diri yang berbeda dan penting untuk menemukan apa yang cocok untuk diri kita sendiri.

7. Belajar Menerima Pujian

Jika kita memandang diri sendiri dengan penuh kebencian, maka akan sulit untuk menerima pujian. Bahkan pujian tersebut mungkin terasa asing dan membuat tidak nyaman, sehingga kita akan mengabaikannya. Mempelajari cara menerima pujian akan membutuhkan usaha dan waktu. Ketika seseorang memuji diri kita, cobalah untuk mengucapkan “terima kasih” dan berhenti sampai di situ. Tahan keinginan untuk menindaklanjutinya dengan respons yang mengkritik diri sendiri atau meremehkan.

8. Practice Forgiveness

Kebencian terhadap diri sendiri sering kali berpusat pada momen masa lalu atau emosi yang menyakitkan, seperti rasa malu, perasaan bersalah, kemarahan, atau rasa tidak berdaya. Di area tersebut, tidak ada ruang untuk memaafkan diri sendiri dan menerima diri kita apa adanya. Lakukan yang terbaik untuk tetap berada di masa sekarang dan fokuslah pada seberapa jauh kita telah melangkah. Seiring berjalannya waktu, hal ini akan membantu kita mengurangi kebencian terhadap diri sendiri dan mendapatkan rasa kasih sayang terhadap diri sendiri.

Champs, dapat mulai dari memahami akar penyebab self-hatred dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatasi self-hatred yang dialami. Semoga champs dapat melepaskan diri dari belenggu pikiran negatif, menjalani hidup yang lebih bahagia dan bermakna, serta lebih mencintai dan membangun hubungan yang positif dengan dirimu sendiri. 

“Remember, self-love is a skill that takes practice, but over time, you can learn to treat yourself with the love and respect you deserve.”

 

Tanpa kita sadari self-hatred dapat secara signifikan memengaruhi kehidupan sehari-hari, hubungan, atau kesejahteraan secara keseluruhan. Maka, bila hal champs kesulitan untuk menemukan jalan keluar dan perlu mencari bantuan profesional. Focus on the Family Indonesia siap membantu champs agar bisa berdiskusi dengan tenaga profesional melalui layanan konseling yang disediakan FOFI. Champs dapat menghubungi kami melalui direct message Instagram kami @noapologiesindonesia atau melalui WhatsApp pada nomor +6282110104006.

Referensi:

Clarke, J. (2023, July 18). What is Self-Loathing? Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/ways-to-stop-self-hatred-4164280 

Harrison, P., Lawrence, A. J., Wang, S., Liu, S., Xie, G., Yang, X., & Zahn, R. (2022). The psychopathology of worthlessness in Depression. Frontiers in Psychiatry, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2022.818542

Uncategorized

Date Nights: Cherish the Moments, Rekindle the Love

Couples, kapan terakhir kali anda bersama pasangan menikmati waktu berdua untuk pergi berkencan?

Setelah menikah, banyak faktor yang menyebabkan pasangan terjebak dalam rutinitas harian yang penuh tanggung jawab, seperti masalah pekerjaan, pekerjaan rumah tangga, dan juga tugas mengasuh anak yang sering kali menjadi prioritas utama. Semua hal tersebut dapat membuat pasangan tidak memiliki waktu untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama satu sama lain. Namun, penting untuk diingat bahwa pernikahan memerlukan usaha dan perhatian terus-menerus untuk tetap tumbuh dan menjadi kuat seiring waktu. Salah satu cara yang paling efektif untuk menjaga keintiman dan komitmen dalam hubungan pernikahan adalah dengan tetap meluangkan waktu untuk berkencan, meskipun couples sudah menikah dan memiliki banyak tanggung jawab. Date night, meskipun sederhana dapat menjadi cara untuk menjaga kualitas hubungan yang sehat dan memberi ruang bagi pasangan saling membagi kasih satu sama lain.

Banyak penelitian yang dilakukan untuk memahami faktor-faktor yang dapat mendukung pernikahan yang sehat dan meningkatkan kepuasan pernikahan, terutama bagi pasangan yang sedang menghadapi krisis. Hal ini sangat penting untuk menjaga hubungan jangka panjang karena pada kenyataannya, keluarga akan terus melewati berbagai tahap kehidupan yang memerlukan penyesuaian dan perubahan. Menurut Narciso dan Costa (1996), kualitas hubungan dan kepuasan pernikahan dalam berbagai aspek kehidupan pasangan berhubungan dengan dua dimensi utama, yaitu cinta dan fungsi suami-istri. Fungsi suami-istri merujuk pada bagaimana pasangan mengatur dan mengelola hubungan dalam keluarga mereka, yang mencakup hal-hal seperti pembagian peran, waktu luang, otonomi atau privasi, komunikasi, konflik, serta hubungan dengan orang di luar keluarga. Sementara itu, cinta berkaitan dengan perasaan yang dimiliki masing-masing pasangan terhadap satu sama lain atau terhadap hubungan mereka. Cinta ini mencakup berbagai aspek seperti perasaan dan ekspresi emosional, seksualitas, keintiman emosional, rasa keberlanjutan hubungan, serta pandangan terhadap karakter fisik dan psikologis pasangan (Narciso & Costa, 1996).

Meskipun couples sudah melalui fase jatuh cinta dan menikah, penting untuk diingat bahwa cinta dalam pernikahan membutuhkan pemeliharaan yang berkelanjutan. Banyak orang mungkin beranggapan bahwa setelah menikah, cinta tersebut akan tetap otomatis bertahan tanpa perlu usaha lebih, namun kenyataannya cinta di dalam pernikahan perlu untuk terus dipupuk agar rasanya tidak memudar. Oleh karena itu, menjadwalkan waktu khusus satu sama lain untuk date night, dapat memberikan ruang bagi hubungan untuk berkembang, menjaga komunikasi tetap terbuka, dan memperkuat ikatan emosional antar pasangan. Membuat jadwal rutin untuk pergi berkencan dengan pasangan juga menunjukkan komitmen dan prioritas terhadap hubungan pernikahan anda. Berkencan sangat penting untuk menjaga agar pernikahan anda tetap menarik dan menghidupkan kembali semangat yang dimiliki oleh kedua pasangan. 

Berdasarkan penelitian oleh Wilcox & Dew (2023), date night sejalan dengan hubungan pernikahan yang lebih bahagia, 83% istri dan 84% suami yang melakukan date night secara teratur merasa sangat bahagia dalam pernikahan mereka. 71% istri dan 77% suami yang memiliki kencan malam secara teratur sangat senang dengan komunikasi mereka, dibandingkan dengan 51% istri dan 59% suami yang tidak memiliki kencan malam secara teratur. Serta, 75% istri dan 73% suami yang melakukan kencan malam secara teratur melaporkan sangat berkomitmen terhadap pernikahan mereka, dibandingkan dengan 53% istri dan 57% suami yang tidak melakukan kencan malam secara teratur.

Tujuan dari kencan adalah untuk menyediakan waktu berkualitas, dimana couples bisa menikmati waktu bersama dengan pasangan, tanpa gangguan dari orang lain atau masalah sehari-hari. Date night tidak selalu harus dilakukan di malam hari atau dalam bentuk acara besar, yang terpenting adalah ketika couples dapat menghabiskan waktu bersama, menikmati momen sederhana, dan memperkuat ikatan emosional di antara pasangan. Hal tersebutlah yang memperkuat, mengapa kencan tidak seharusnya berhenti hanya karena pasangan sudah menikah. 

“Date nights help to maintain a healthy marriage and keep a couple on the same page in their relationship.” – Erin Smalley

 

Why Dating Matters for Married Life

  1. Maintaining Connection
    Hidup setelah pernikahan bisa menjadi salah satu fase tersibuk dengan banyaknya tanggung jawab dan komitmen yang ada. Kencan secara teratur dapat membantu untuk tetap terhubung dan dekat secara emosional dengan pasangan. Ketika couples meluangkan waktu khusus untuk satu sama lain, couples dapat berbicara lebih dalam, berbagi perasaan, atau bahkan hanya menikmati kebersamaan dengan cara yang tidak mungkin dilakukan di tengah kesibukan hidup sehari-hari. Kencan membantu couples menjaga hubungan agar tetap hidup, memperkuat komunikasi, dan mengingatkan kembali pasangan akan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi semua tantangan yang ada.
  2. Komunikasi Intens
    Kencan mendorong terciptanya komunikasi yang terbuka dengan memberikan suasana yang santai untuk couples dapat mendiskusikan berbagai aspek kehidupan, berbagi pikiran dan perasaan, dan memperkuat pemahaman terhadap satu sama lain. Hal ini penting untuk dilakukan  karena setiap dari kita akan mengalami perubahan dalam diri dan juga hubungan yang berkembang. Date night dapat membantu pasangan untuk tetap “up to date” dengan kehidupan satu sama lain dan menawarkan dukungan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada.
  3. Rekindling Romance
    Kencan memungkinkan pasangan untuk menjaga romantisme tetap hidup dalam hubungan pernikahan. Hal ini memberikan kesempatan bagi pasangan untuk mengekspresikan cinta, kasih sayang, dan penghargaan satu sama lain, yang dapat mencegah hubungan menjadi monoton dan kurang spesial lagi. Ketika pasangan meluangkan waktu satu sama lain, baik itu melalui aktivitas sederhana atau sesuatu yang lebih istimewa, hal tersebut dapat menjadi pengingat alasan pasangan jatuh cinta sejak awal. Maka dari itu, kencan bukan hanya sekadar pergi keluar bersama, tetapi lebih berfokus pada memperkuat dan merayakan hubungan dengan cara yang menyenangkan, serta berarti.
  4. Menghilangkan Stres
    Kehidupan sehari-hari yang sering kali dipenuhi dengan tekanan dan tanggung jawab, dapat membuat pasangan merasa stres. Dalam situasi seperti itu, hubungan juga dapat terpengaruh bila kita tidak memberikan perhatian yang cukup pada pasangan kita. Dengan pergi berkencan, kita diberikan kesempatan untuk sejenak melupakan sejenak semua kekhawatiran, memberi ruang untuk bersantai dan menjadi cara yang baik untuk “mereset” suasana hati, serta mempererat hubungan pernikahan. 
  5. Quality Time
    Menghabiskan waktu berkualitas bersama pasangan adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat dan langgeng. Saat kita menghabiskan waktu bersama, kita tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih dalam tentang kepribadian, nilai, dan harapan masing-masing. Kencan malam memberikan kesempatan untuk pasangan dapat berfokus pada satu sama lain tanpa adanya gangguan. Ketika kita benar-benar hadir dan terlibat sepenuhnya dengan pasangan, misalnya dengan meletakkan ponsel dan memberi perhatian penuh pada pasangan kita. Tanpa adanya gangguan, couples bisa saling mendengar dengan lebih baik, berbagi cerita, atau hanya menikmati kebersamaan yang tenang.
  6. Exploring New Experiences
    Banyak pasangan yang kehilangan momen dengan hobi dan minat yang mereka miliki, saat mereka telah memasuki dunia pernikahan yang penuh dengan tanggung jawab baru. Dengan berkencan, couples dapat mencoba aktivitas baru bersama atau mengunjungi kembali tempat-tempat favorit yang memiliki kenangan spesial. Ketika pasangan mencoba hal-hal baru bersama, baik itu olahraga baru, hobi, atau menjelajahi tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, hal ini dapat memberikan suasana baru yang menyenangkan dalam hubungan. Perasaan dan suasana baru juga membantu menghindari rutinitas yang membosankan dan membantu memperkuat kedekatan antara pasangan dengan berbagi pengalaman yang unik dan menyenangkan. Tak kalah pentingnya, dengan berbagi pengalaman bersama memungkinkan pasangan untuk tumbuh bersama, baik dalam hal kesenangan, tantangan, maupun kebahagiaan yang akan menciptakan kenangan indah untuk dikenang sepanjang hidup.

Dengan meluangkan waktu untuk terus berkencan, couples tidak hanya menjaga hubungan tetap hidup dan penuh cinta, tetapi juga memperkuat fondasi pernikahan yang bertahan lama. 

Jadi, apa rencana date night anda bersama pasangan?

Focus on the Family Indonesia menyusun acara khusus untuk pasangan suami istri yang ingin mempererat hubungan dan menghidupkan kembali kehangatan cinta dalam pernikahan anda. Kegiatan “Date Night akan mencakup berbagai aktivitas pasangan dan tentunya makan malam bersama dengan orang terkasih. Informasi lebih lanjut dapat couples dapatkan melalui direct message Instagram kami @focusonthefamilyindonesia atau WhatsApp pada nomor +6282110104006.

“The benefits of date nights are increased connection and a reminder of why the couple wants to be together.”  – Mc Kinney

 

Referensi:

Narciso I., Costa M. E. (1996). Amores satisfeitos, mas não perfeitos [Satisfied but not

 perfect loves]. Cadernos de Consulta Psicológica, 12, 115–130. 

Wilcox, W. B., & Dew, J. P. (2023). The Date Night Opportunity: What Does Couple Time Tell Us About the Potential Value of Date Nights? Second Edition. https://wheatley.byu.edu/00000186-36b4-d791-adce-f7b7b0ae0001/nmp-datenightreport-2023-final-pdf 

Uncategorized

Kebahagiaan Finansial, Tips Mengatur Keuangan dalam Pernikahan

Couples, mengetahui cara mengatur keuangan bersama adalah salah satu bagian terpenting dari suatu pernikahan. Dalam hubungan apabila ada perspektif yang berbeda tentang uang, maka di kemudian hari hal tersebut dapat menimbulkan masalah bagi hubungan pernikahan. Misalnya, menurut kita suatu pengeluaran sudah masuk akal dan bijaksana, mungkin akan tampak pelit di mata pasangan kita.

Sebelum pernikahan, sangat baik bila couples membicarakan dan melakukan perencanaan mengenai keuangan terlebih dahulu. Keputusan tentang bagaimana menangani keuangan dalam pernikahan, akan memiliki dampak jangka panjang bukan hanya bagi kita sebagai individu, tapi juga sebagai pasangan. Keputusan untuk menggabungkan keuangan sebagai pasangan yang baru menikah, seringkali juga melibatkan trial and error. Penting bagi couples untuk membicarakan terkait bagaimana nantinya akan mengelola rekening bank, pengeluaran harian, penganggaran, dan banyak lagi yang idealnya dilakukan sebelum melangkah ke pelaminan.

Mengatur keuangan bisa menjadi salah satu topik tersulit bagi pasangan muda. Namun, tidak peduli seberapa sulit untuk membahasnya, dua kata yang paling penting untuk diingat ketika berbicara tentang uang dan pernikahan adalah jangan pernah berbohong. Kejujuran sangat penting untuk kesuksesan hubungan apa pun, termasuk setiap percakapan terkait uang. Berbohong tentang keuangan kepada pasangan dapat membuat hilangnya rasa percaya satu sama lain yang pada akhirnya dapat menyebabkan perceraian.

Menurut laporan Statistik Indonesia, sebanyak 516.344 perceraian terjadi di Indonesia pada tahun 2022. Faktor ekonomi bertanggung jawab atas 110.939 kasus (atau 24,75% dari total kasus) dan menjadi penyebab kedua perceraian terbanyak. Data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung mencatat 408.347 perceraian sepanjang tahun 2023, dengan 108.488 kasus perceraian yang disebabkan oleh masalah ekonomi.

Metode Mengatur Keuangan sebagai Pasangan

Couples biasanya mengelola keuangan dengan salah satu dari tiga cara berikut, secara terpisah, bersama-sama, atau melalui kombinasi keduanya. Perlu dipahami, bahwa setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi setiap pasangan.

  1. Separate Accounts
    Banyak pasangan ingin memiliki rekening terpisah, terutama jika mereka terbiasa menjaga keuangan mereka sendiri. Sistem akuntansi yang terpisah dapat membantu memperjelas perbedaan pendapatan, utang, dan potensi konflik karena perbedaan kepribadian. Namun, rekening terpisah membutuhkan lebih banyak komunikasi tentang siapa yang membayar untuk apa. Beberapa pasangan mungkin lebih suka membagi biaya secara merata, sementara yang lain mungkin lebih suka memotong biaya berdasarkan pendapatan masing-masing. Melacak pengeluaran dapat dibantu dengan menggunakan spreadsheet penganggaran bersama atau kartu kredit bersama.
  2. Joint Accounts
    Mengelola keuangan dengan rekening bersama dapat menyederhanakan banyak hal bagi pasangan. Semua pengeluaran keluarga dibayarkan dari satu rekening. Dengan menggunakan perencana, spreadsheet, penganggaran khusus, atau aplikasi penganggaran, melacak pengeluaran menjadi lebih mudah.
  3. Combination of Separate and Joint Accounts
    Pendekatan hibrida antara rekening terpisah dan rekening bersama dapat membantu couples mencapai keseimbangan. Metode ini memungkinkan semua pendapatan dimasukkan ke rekening bersama yang digunakan untuk pengeluaran bersama, sementara setiap pasangan memiliki rekening pribadi dengan transfer bulanan yang ditetapkan. Semua tabungan, utang, dan dana pensiun dikelola bersama. “Dana pribadi” ini memungkinkan untuk melakukan pembelian secara independen tanpa penilaian dari salah satu pihak.  Jumlah yang ditransfer ke rekening pribadi harus dibicarakan dan disetujui untuk menghindari konflik oleh pasangan.

Tips for Managing Money as a Couple

  • Discuss your lifestyle choices together
    Semua orang memiliki cara berpikir tentang uang yang berbeda dan yang bertentangan biasanya menarik. Salah satu dari couples mungkin menjadi penyimpan, tapi yang lain lebih cenderung untuk membelanjakan uang yang ada. Mencari tahu gaya masing-masing dalam menggunakan dan mengelola uang, juga couples harus bisa beradaptasi akan hal tersebut. Jika pasangan kita termasuk ke kategori cukup boros, setujui bersama beberapa batasan yang perlu dilakukan. Buat harapan yang jelas dan temukan kesamaan di antara perbedaan tipe pengeluaran.Masalah utama terkait uang dan hubungan pernikahan tidak berasal dari perbedaan personality. Sumber masalah adalah jika salah satu dari kita tidak mendengarkan masukan dari yang lain atau menolak untuk menangani masalah keuangan secara keseluruhan. Kita dan pasangan kita, berdua berada dalam satu tim yang sama untuk menyusun anggaran secara bersama, gunakan perbedaan kepribadian antar pasangan untuk menjadi tim yang bersatu dan lebih kuat lagi.
  • Menyusun anggaran bersama
    Upayakan untuk membuat anggaran bersama, hal ini akan membantu couples mengawasi cara pendapatan dibelanjakan dan menemukan cara untuk meningkatkan keuangan keluarga. Hiduplah sesuai kemampuan finansial, jangan menghabiskan lebih dari apa yang didapatkan dari pasangan atau diri kita. Menyiapkan anggaran untuk kebutuhan yang perlu dibelanjakan, dana darurat dan hiburan, guna memastikan kita tetap pada anggaran dan perencanaan ketika membeli sesuatu di masa mendatang.
  • Hindari pengeluaran impulsif atau pinjaman
    Sebaiknya bicarakan masalah keuangan dengan pasangan terlebih dahulu, daripada berkomitmen untuk menghabiskan banyak uang hanya karena keinginan diri sendiri.
  • Don’t let salary differences come between you.
    Dalam kebanyakan pasangan, salah satu dari mereka mungkin memiliki pendapatan yang lebih tinggi daripada yang lain. Pada beberapa kasus, pasangan yang memiliki pendapatan tertinggi akan merasa lebih berhak untuk berbicara paling banyak. Pasangan yang berpenghasilan lebih rendah atau tinggal di rumah untuk mengurus anak, mungkin merasa bahwa mereka tidak seharusnya banyak berbicara. Banyak ibu rumah tangga yang merasa bersalah karena membahas anggaran atau bahkan membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak perlu.
    Namun, ingat bahwa couples berada dalam tim yang sama dan memiliki hak yang sama untuk mengatur pernikahan dan keuangan keluarga. Selain itu, bagi pasangan yang memiliki pendapatan lebih besar, jangan pernah berpikir bahwa lebih berhak atas uang tersebut. Hal Itu hanya akan menghasilkan masalah dalam hubungan pernikahan nantinya.


    “It’s not yours or mine, it’s ours. There’s no reason to hold a higher income over the other’s head. You’re on the same team. Start acting like it.” –
    Rachel Cruze

  • Set expectations and financial goals
    Jika couples ingin mulai membuat kemajuan nyata dalam keuangan bersama, duduklah dan tetapkan beberapa tujuan bersama. Berpikirlah tentang bagaimana kehidupan yang ingin dimiliki untuk satu, lima, sepuluh, atau bahkan dua puluh tahun dari sekarang, dan pikirkan apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkannya. Pasangan yang baru menikah perlu mendiskusikan tentang masa pensiun dan tujuan jangka panjang, seperti membeli rumah atau berlibur. Jika memungkinkan, kedua pasangan perlu berkontribusi pada rekening pensiun dan menyiapkan tabungan untuk kebutuhan masa depan.

    Dalam hal uang dan hubungan, ekspektasi yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan banyak konflik, terutama ketika kita mengharapkan segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Contohnya, kita mungkin akan kecewa saat merayakan ulang tahun pertama pernikahan di apartemen sewa, jika kita selalu berpikir bahwa kita harus segera membeli rumah setelah menikah. Buatlah ekspektasi yang realistis dengan pasangan dan tidak kehilangan harapan karena beberapa tujuan yang belum tercapai. 

50/30/20 Rule

Aturan anggaran 50/30/20 adalah pendekatan penganggaran yang membagi pendapatan setelah pajak menjadi tiga kategori pengeluaran: 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan. Kebutuhan didefinisikan sebagai tagihan yang diperlukan untuk bertahan hidup, seperti pembayaran sewa atau cicilan rumah, bahan makanan, utilitas, dan cicilan mobil. Keinginan mencakup pengeluaran yang bersifat opsional seperti makan di luar, keanggotaan gym, atau tiket konser. Sebagai pasangan, sangat mungkin untuk memutuskan menggunakan aturan anggaran 50/30/20 sebagai cara untuk mengalokasikan penghasilan bersama pasangan.

Saatnya couples untuk berhenti membuat kesalahan-kesalahan terkait keuangan dalam pernikahan dan temukan titik temu untuk berdamai. Membina pernikahan yang solid membutuhkan waktu dan kesungguhan. Hal ini bisa menjadi proses yang canggung atau bahkan membuat frustasi, tapi couples bisa belajar bagaimana mendiskusikan keuangan dengan cara yang lebih produktif. Tidak ada pendekatan yang cocok untuk semua pasangan, setiap pasangan harus memutuskan apa yang terbaik untuk mereka dan hubungan mereka. Metode apa pun bisa berhasil selama anda berdua berada dalam tim yang sama dan menjaga jalur komunikasi tetap terbuka.

“Deciding to spend your life with someone is a big decision. You’re working through the process of merging every other area of your life. And at the same time, you have to figure out how you’re going to manage your finances as a couple.” – Erin Gobler

 

Focus on the Family Indonesia mendukung para couple melalui layanan konseling pasangan dan program Journey to Us. Kami berkomitmen untuk membantu memelihara hubungan pernikahan yang harmonis bersama pasangan Anda, termasuk dalam perencanaan keuangan bersama pasangan. Couples dapat menjangkau kami melalui direct message Instagram kami @focusonthefamilyindonesia atau WhatsApp pada nomor +6282110104006.

Referensi:

Anania, K. (2024, October 21). Combining finances as a newly married couple. Investopedia. https://www.investopedia.com/articles/personal-finance/030716/managing-money-couple.asp 

Annur, C. M. (2023, March 2). Pertengkaran Terus-Menerus, Faktor Utama Penyebab Perceraian di Indonesia pada 2022. Katadata. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/68ff7785d5943d8/pertengkaran-terus-menerus-faktor-utama-penyebab-perceraian-di-indonesia-pada-2022

Annur, C. M. (2023, March 2). Pertengkaran Terus-Menerus, Faktor Utama Penyebab Perceraian di Indonesia pada 2022. Katadata. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/68ff7785d5943d8/pertengkaran-terus-menerus-faktor-utama-penyebab-perceraian-di-indonesia-pada-2022 

 Cruze, R. (2024, May 23). Money and Marriage: 7 tips for a Healthy relationship. Ramsey Solutions. https://www.ramseysolutions.com/relationships/the-truth-about-money-and-relationships?srsltid=AfmBOoqgEDwb58K2FsFzfyG3BAhc3JhPUh2iZowX817WTl5HPrbWGIcX 

 

Uncategorized

Lost in the 20s: Menemukan Makna dalam Quarter Life Crisis

Champs, memasuki usia 20-an. Sebagian orang mungkin merasakan perasaan tertinggal karena menganggap orang lain yang sebaya memiliki pencapaian yang lebih baik daripada dirinya, lalu mempertanyakan keputusan, identitas, dan hubungan yang sedang dijalani.  Hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa champs sedang berada pada fase quarter life crisis. 

Saat transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, dikenal satu istilah yaitu quarter life crisis yang menggambarkan periode penuh tantangan bagi banyak orang. Pada periode ini, banyak dari mereka yang mempertanyakan tujuan hidup yang menyebabkan perasaan takut tertinggal, tidak berdaya, bimbang, dan khawatir. Namun, mengalami quarter life crisis adalah hal yang normal terjadi.

Apa itu quarter life crisis?

Kebingungan yang disebabkan oleh banyaknya pilihan hidup, perubahan yang terus terjadi, dan kepanikan akibat perasaan tidak berdaya dapat menyebabkan krisis dalam hidup, yang disebut dengan quarter life crisis (Robbins & Wilner, 2001). Menurut Atwood dan Scholtz (2008), quarter life crisis merupakan sebuah tahap perkembangan, dimana setiap orang seharusnya dibentuk untuk memiliki karakter yang kuat, namun apabila individu tidak berhasil melewati tahap ini dengan baik, maka ia akan mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan, stres, dan frustrasi. Quarter life crisis dapat didefinisikan sebagai tahap perkembangan yang muncul ketika seseorang menghadapi perubahan akibat keluar dari zona nyaman, serta menghadapi ketidakstabilan dan banyaknya pilihan hidup, yang membuatnya merasa tidak berdaya dan takut menghadapi masa depan (Linarto et al., 2024).

Quarter life crisis terjadi dari pertengahan-akhir usia 20-an hingga awal-pertengahan usia 30-an. Berdasarkan survei LinkedIn Corporate Communications menunjukkan bahwa 75% orang dewasa berusia antara 25 dan 33 tahun mengalami krisis ini. Perlu dipahami bahwa bentuk krisis yang dialami setiap orang berbeda dari satu individu dengan individu lainnya karena perbedaan kehidupan yang dijalani. Beberapa orang mungkin mengalami kekecewaan karena karir yang tidak berjalan sesuai harapan, yang lain memiliki kekhawatiran tidak bisa menikah dan memiliki anak. Sisanya mungkin bergulat dengan kekecewaan karena hidup yang berjalan tidak sesuai harapan. Secara keseluruhan, mereka yang mengalami quarter life crisis biasanya ditandai dengan rasa tidak yakin tentang keputusan penting dan pertanyaan tentang makna hidup mereka.

Meskipun gagasan tentang quarter life crisis mungkin terasa menakutkan, menurut Gempito dan Yuwono (2022), quarter life crisis akan membawa seseorang pada perilaku tertentu yang mendorong mereka untuk mencapai resiliensi seperti menjadi lebih religius, bertanggung jawab, dan mampu mengevaluasi diri untuk mencari solusi yang lebih baik untuk masalah mereka. Jika individu menyadari apa yang terjadi padanya dan mengatasi perasaan tersebut, individu akan merasa lebih bahagia dan lebih percaya diri dengan keputusan yang diambilnya. Juga, dapat membantu individu menghadapi mid-life crisis, dua puluh tahun kemudian.

“If you believe you’re going through a crisis, then you probably are.” – Tess Brigham

 

Hal yang dapat menyebabkan quarter life crisis

Beberapa orang memiliki keyakinan bahwa mereka harus mencapai harapan dari masyarakat masyarakat untuk menjadi anggota masyarakat yang dihormati. Artinya, individu harus menyelesaikan studi pada jangka waktu tertentu, mendapatkan gelar lanjutan, lalu mendapatkan pekerjaan yang ideal. Mereka juga didikte untuk memilih pasangan yang tepat, membeli sebuah rumah, dan memulai sebuah keluarga. Ketika melihat teman-teman mereka mungkin lebih maju dalam karir, telah menikah, dan memiliki anak, sementara dirinya terjebak dalam pekerjaan atau hubungan yang buntu. Hal ini dapat menimbulkan perbandingan negatif yang dapat membuat individu lebih rentan terhadap quarter life crisis. Beberapa orang juga mungkin mengalami quarter life crisis saat bergumul untuk menjalani kehidupan, sesuai dengan prinsip-prinsip pribadi mereka daripada hanya mengikuti aturan di masyarakat. 

Tanda-tanda quarter life crisis

Ketika champs berada pada titik mempertanyakan setiap keputusan dan muncul perasaan tidak tenang yang berdampak secara profesional dan pribadi, adalah tanda champs mungkin mengalami quarter life crisis. Beberapa tanda lainnya, yaitu:

  • Tidak memiliki tujuan: Champs merasa hidup tanpa adanya tujuan, sehingga sering hadir perasaan gelisah dan memiliki keinginan untuk mengubah sesuatu dalam hidup.
  • Krisis identitas: Mempertanyakan identitas diri, termasuk meragukan keyakinan, tujuan, nilai, dan perasaan terhadap diri sendiri.
  • Ketidakpastian dalam karier: Ketidakyakinan dengan pilihan karier sendiri dan bertanya-tanya apakah kita telah memilih jalan yang salah, serta membuang-buang waktu untuk pendidikan dan pelatihan yang tidak sesuai untuk diri sendiri. 
  • Stres dalam hubungan: Champs merasa tidak yakin dengan hubungan yang dimiliki dan bertanya-tanya apakah hubungan asmara dan pertemanan tersebut akan bertahan.
  • FOMO: Perasaan takut tertinggal yang kuat dan jadi sering merasa bahwa kita tidak mengalami pencapaian, prestasi, atau pengalaman, seperti yang dialami oleh rekan-rekan kita. 
  • Keraguan: Kesulitan membuat keputusan dan khawatir tidak dapat mempercayai intuisi diri. 
  • Isolasi: Perasaan terputus dari orang lain atau mungkin merasa menarik diri dari orang yang dicintai. 
  • Keputusasaan: Champs mungkin merasa hidup terasa kosong dan stagnan, tetapi bersamaan dengan munculnya rasa putus asa yang membuat kita kesulitan untuk menemukan motivasi untuk berubah. 

How to Get Through a Quarter Life Crisis

Menghadapi krisis ini tidak harus membuat kita terjebak di dalamnya. Champs bisa belajar untuk mengelola emosi yang ada dan menavigasi masa transisi ini. Champs dapat mulai memahami pola-pola negatif yang mungkin perlu diubah dengan memperhatikan respons kita terhadap pemicunya. Namun, pada momen itu champs tidak harus untuk membuat perubahan yang drastis, sebaliknya champs bisa untuk berhenti dan menekan tombol “jeda” untuk merenungkan dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang diri.

  • Lakukan Refleksi Diri
    Pertimbangkan kekuatan, keterampilan, minat, kepercayaan, nilai, dan tujuan yang ada pada diri kita, dibandingkan dengan apa yang seharusnya kita miliki. Hal ini merupakan cara untuk mendapatkan kejelasan tentang apa yang paling penting dalam hidup kita. Pertama, pikirkan tentang orang, tempat, dan tindakan yang membuat kita merasa paling bahagia. Kemudian tulislah hal tersebut dan dilanjutkan dengan mengenali nilai-nilai dasar diri. Bayangkan kehidupan ideal kita dan bandingkan dengan kehidupan yang kita jalani saat ini. Tanyakan pada diri sendiri apa yang bisa diubah. Membuat jurnal atau berbicara dengan teman dekat tentang impian dan ambisi yang dimiliki adalah cara yang bagus untuk merefleksikan diri sebelum mengambil langkah selanjutnya.
  • Berhenti Membandingkan
    Membandingkan diri kita dengan orang lain adalah hal yang wajar. Namun, ada risiko perasaan tidak mampu jika kita terlalu sering terlibat dalam kebiasaan membandingkan diri. Entah itu pekerjaan, pendapatan, penampilan, atau hubungan dengan orang lain, mudah sekali untuk merasa bahwa teman atau kolega kita lebih bahagia daripada kita.Daripada membandingkan diri dengan orang lain, fokuslah untuk memperkaya hidup kita sendiri. Perlu diingat bahwa apa yang berhasil bagi orang lain belum tentu berhasil bagi kita.
  • Practice Self-Acceptance
    Sangat umum bagi orang dewasa muda saat ini untuk merasa bahwa mereka harus menjadi dan melakukan yang terbaik setiap saat. Namun, penting untuk tidak melupakan rasa kasih sayang terhadap diri sendiri dalam prosesnya. Ingat, tidak apa-apa untuk tidak memiliki hidup sesuai dengan yang direncanakan. Kita semua memiliki harapan tentang bagaimana hidup kita seharusnya, namun terkadang hidup tidak berjalan sesuai harapan. Ketika hal ini terjadi, anggaplah kemunduran itu sebagai sesuatu yang positif. Tujuan atau pencapaian yang terlewat tidak secara otomatis membuat kita gagal. Faktanya, kegagalan atau kemunduran datang dengan banyak pelajaran dan sering kali mengarah pada kesuksesan jika disikapi secara positif. Tidak masalah juga untuk meninggalkan pekerjaan atau hubungan karena kita menyadari bahwa hal tersebut sudah tidak sesuai. Alih-alih memberikan tekanan pada diri sendiri untuk mengubah hidup dalam sekejap, berlatihlah untuk menerima diri sendiri. Kita sedang berada dalam perjalanan yang terus berubah yang disebut kehidupan.
  • Menjalin Koneksi dan Komunitas
    Dukungan sosial adalah salah satu cara terbaik untuk melewati masa transisi yang sulit. Mengetahui bahwa kita tidak sendirian dan bahwa orang lain juga bergulat dengan masalah yang sama dapat melindungi kita dari risiko depresi. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa membangun komunitas dalam konteks kelompok pendukung dapat mengurangi kemungkinan penggunaan narkoba dan kekambuhan kesehatan mental. Hubungan semacam ini dapat memberikan dampak yang kuat terhadap kebahagiaan, kesejahteraan, dan kesehatan mental kita secara keseluruhan.
  • Mencari Bantuan Profesional
    Seorang konselor atau terapis dapat memberi kita ruang yang aman dan tidak menghakimi untuk kita dapat belajar lebih banyak tentang diri kita sendiri. Dalam terapi individu atau kelompok, kita akan menghadapi ketakutan yang sudah lama ada, menerima dukungan emosional, dan mendapatkan strategi mengatasi masalah. Dengan demikian, kita akan memiliki alat yang dibutuhkan untuk menavigasi dan keluar dari quarter life crisis. Pada akhirnya, kita akan keluar dari krisis ini dengan perasaan yang lebih tenang, lebih mengenal diri sendiri, dan harapan yang lebih kuat untuk masa depan.

Meskipun quarter life crisis adalah hal yang normal dan umum terjadi, bukan berarti hal tersebut tidak memengaruhi kesejahteraan dan motivasi seseorang. Mencari bantuan saat kita menghadapi perasaan ketidakpastian ini dapat membantu untuk mengubah pengalaman tersebut menjadi masa untuk mengembangkan diri. Kuncinya adalah terus belajar lebih banyak mengenai diri sendiri, mengeksplorasi pilihan yang ada, dan memperjelas nilai-nilai yang dimiliki.

“Caring for yourself and seeking support as you face different challenges can help you cultivate greater resilience as you transition through this phase of life.”

 

Apabila champs mengalami kebingungan dan kesulitan, Focus on the Family Indonesia siap membantu proses belajar lebih banyak tentang diri kita sendiri, champs bisa berdiskusi dengan tenaga profesional melalui layanan konseling yang disediakan FOFI. Champs dapat menghubungi kami melalui direct message Instagram kami @noapologiesindonesia atau melalui WhatsApp pada nomor +6282110104006.

Referensi:

Atwood, J. D., & Scholtz, C. (2008). The quarter-life time period: an age of indulgence, crisis or both? Contemporary Family Therapy, 30(4), 233–250. https://doi.org/10.1007/s10591-008-9066-2 

Linarto, M. I., Marchella, S., Valentina, N. P. E., Ceasaria, N. M. R., Dewa, N. a. G. R., & Yohanes, N. H. R. (2024). The role of Quarter-Life Crisis Toward Personal Growth Initiative in Emerging Adulthood. Psychopreneur Journal, 8(1), 16–25. https://doi.org/10.37715/psy.v8i1.3460 

New LinkedIn research shows 75 percent of 25-33 year olds have experienced quarter-life crises. (2017, November 15). New LinkedIn Research Shows 75 Percent of 25-33 Year Olds Have Experienced a Quarter-life Crisis. https://news.linkedin.com/2017/11/new-linkedin-research-shows-75-percent-of-25-33-year-olds-have-e  

Robinson, O. C. (2018). A Longitudinal Mixed-Methods case study of Quarter-Life Crisis during the Post-university Transition: Locked-Out and Locked-In forms in combination. Emerging Adulthood, 7(3), 167–179. https://doi.org/10.1177/2167696818764144  

Robbins,    A.,    &    Wilner,    A.    (2001). Quarterlife  crisis:  The  unique  challenges  of life in your twenties. New York, NY: Tarcher Pinguin. 

Uncategorized

Asah Keterampilan Motorik Si Kecil dengan Aktivitas Seru

Parents, melanjutkan pembahasan terkait keterampilan motorik anak di artikel sebelumnya. Di kesempatan kali ini, akan digunakan untuk membahas kegiatan bermain yang dapat dilakukan untuk mendukung perkembangan keterampilan motorik halus dan kasar anak. 

Baca juga: Rahasia di Balik Aktivitas Si Kecil: Perkembangan Motorik Anak

Sebelum membahas terkait kegiatan-kegiatan yang dapat parents berikan kepada anak anda. Mari terlebih dahulu kita membahas langkah-langkah menciptakan lingkungan yang aman dan dan menstimulasi anak-anak untuk beraktivitas.

Tips Menciptakan Lingkungan yang Menstimulasi Keterampilan Motorik

  1. Membatasi Screen Time untuk Mendorong Aktivitas Fisik
    Ketika parents mendorong anak-anak untuk aktif secara fisik alih-alih sekedar menghabiskan waktu di depan layar. Cara ini dapat mendukung perkembangan keterampilan motorik mereka. Bermain gadget dapat menyita waktu anak yang seharusnya digunakan untuk melakukan aktivitas yang meningkatkan kekuatan dan koordinasi tubuhnya, seperti bermain dan berolahraga. Parents perlu menciptakan aktivitas-aktivitas untuk mengisi waktu anak agar tidak menghabiskan waktu di depan layar, tetapi anak didukung untuk dapat beraktivitas fisik. Sangat penting untuk menciptakan lingkungan di mana anak-anak memiliki kesempatan untuk bergerak dan bermain secara fisik daripada hanya duduk diam di depan layar. Hal ini dapat mencakup kegiatan di luar ruangan, seperti olahraga, menari, atau bahkan permainan sederhana di dalam rumah. Selain mendukung perkembangan anak secara keseluruhan, parents sekaligus mendorong kebiasaan yang sehat untuk tumbuh kembang anak. 
  2. Menciptakan Lingkungan yang Aman untuk Motor Skill Development
    Parents, menciptakan lingkungan yang aman untuk pengembangan keterampilan motorik sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak dapat bereksplorasi dan bermain, tanpa risiko cedera. Hal ini termasuk menjaga area bermain anak dari potensi bahaya, seperti benda tajam, benda kecil yang berisiko tertelan oleh anak, dan furniture yang dapat membuat anak cedera. Parents juga dapat menggunakan mainan dan peralatan yang sesuai dengan usia anak, serta mengawasi kegiatan bermain untuk mencegah potensi bahaya yang tidak terduga. 
    Pemeriksaan berkala dan pengawasan yang berkelanjutan di area bermain merupakan langkah penting untuk menjaga lingkungan yang aman bagi anak-anak. Membatasi potensi bahaya yang ada di lingkungan bermain anak secara signifikan membantu kesehatan dan perkembangan mereka. Hal ini membantu menciptakan rasa aman dan mendorong mereka untuk bermain dan eksplorasi, yang sangat penting untuk pertumbuhan fisik, kognitif, dan emosional mereka.

Kegiatan untuk Melatih Motorik Kasar Anak

Obstacle courses dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar, seperti merangkak hingga berjalan, dari berlari hingga melompat. Obstacle courses juga dapat meningkatkan kekuatan, keseimbangan, perencanaan, dan koordinasi motorik, serta meningkatkan input sensorik. Obstacle courses yang paling penting tidak hanya mudah dilakukan tetapi juga sangat menyenangkan.

Indoor Obstacle Course for Kids at Home

  • Merangkak (Crawling)
    Merangkak meningkatkan kekuatan tubuh bagian atas dan bawah, melatih gerakan timbal balik, dan sangat bermanfaat untuk anak di segala usia. Ketika bayi merangkak di atas bantal dapat mendorong untuk bayi merangkak dengan tangan dan lututnya, bukan dengan perutnya. Anak-anak yang lebih besar dapat menggabungkan gerakan merangkak dengan berlari dan melompat.
    – Merangkak di atas bantal atau bantal sofa.
    – Merangkak naik/turun tanjakan yang terbuat dari bantal-bantal.
    – Merangkak melalui terowongan yang terbuat dari kotak atau selimut.
    – Merangkak di bawah tali atau selotip.
  • Melompat
    – Melompat ke atas/bawah dari sebuah pijakan.
    – Melompati rintangan, bantal, atau balok.
    – Melompat masuk dan keluar dari kotak atau bentuk yang terbuat dari mainan, selimut, atau tali.
  • Menendang, Melempar, dan Menangkap
    – Menendang bola masuk ke dalam gawang.
    – Lempar cincin mainan atau bola kecil ke dalam kotak.
    – Tangkap dan lempar bola dengan orang dewasa.
  • Berjalan dan Berlari
    Aktivitas berjalan dapat diubah menjadi aktivitas dengan gerakan lambat ataupun berlari. Berjalan mundur atau melangkah ke samping
    – Berjalan zig-zag dengan bantuan kerucut, mainan, dan bantal.
    – Berjalan menaiki/menuruni tanjakan.
    – Melangkahi rintangan pendek dan tinggi yang terbuat dari bantal, mainan, dan balok.
    – Berjalan di sepanjang balok keseimbangan yang terbuat dari bantal sofa atau selimut yang digulung.
    – Berjalan mengikuti garis.
    – Berlari dari atau ke suatu tempat secepat mungkin.
    – Berlari mengelilingi sebuah objek dan kembali ke garis start.

Outdoor Obstacle Course for Kids

  • Menari
    Menari dapat menjadi aktivitas yang menggerakkan seluruh tubuh anak sekaligus. Menari juga memberi kesempatan lebih banyak untuk memperluas variasi dan rentang gerak tubuh mereka.
  • Bermain di taman/playground
    Taman bermain biasanya menyediakan berbagai fasilitas permainan anak, seperti jungkat-jungkit, perosotan, ayunan, jembatan tali, kotak pasir, dan banyak lagi. Parents juga bisa mengajak mereka bermain permainan tradisional seperti petak umpet. lompat tali/karet, ular naga, engklek, dan banyak lagi permainan yang dapat dieksplor bersama anak untuk meningkatkan keterampilan motorik kasarnya. Permainan-permainan tersebut mendorong anak untuk melakukan berbagai gerakan, seperti duduk tegak, jalan lurus, melompat, dan mendorong.

    Parents bisa membuat obstacle course dan aktivitas anak yang menyenangkan dengan banyak mengeksplor permainan-permainan yang ada. Biarkan anak bersenang-senang dalam menyelesaikan misi dan tantangan selama bermain tersebut. 

Kegiatan untuk Melatih Motorik Halus Anak

  • Peeling and Placing Stickers
    Meminta anak untuk melepaskan dan menempelkan stiker, dapat membantu melatih jari-jari tangan mereka. Parents dapat memberikan tantangan tambahan dengan membuat lingkaran atau bentuk, dimana anak dapat meletakkan sticker tersebut. Menempatkan stiker di dalam target akan melatih koordinasi motorik visual yang dibutuhkan anak untuk memasukkan kancing ke dalam lubang pakaian.
  • Kerajinan Mozaik
    Anak dapat terlebih dulu merobek, menggunting, atau meremas kertas menjadi potongan-potongan kecil. Lalu, anak dapat diajari menempelkan potongan tersebut ke suatu gambar yang sudah disiapkan.
  • Menggambar dengan Kapur
    Menggambar di trotoar atau jalan akan membantu anak membangun kekuatan tangan dan jari, serta meningkatkan koordinasi sekaligus merangsang kreativitas.
  • Mengulur dan Mengikat Tali
    Memasukkan tali secara perlahan melalui manik-manik dapat meningkatkan memori otot. Parents dapat memulai dengan manik-manik yang lebih besar dan secara bertahap buatlah manik-manik yang lebih kecil, saat anak semakin mahir untuk memasukkan ke dalam tali.
  • Menyortir Koin atau Manik-manik
    Menyortir koin dan manik-manik akan membantu mengembangkan kekuatan tangan dan jari, serta mengajari anak cara mengidentifikasi benda-benda yang berbeda dan mengelompokkannya.
  • Menyusun Puzzle Dan Balok Mainan.
  • Memotong Garis.
  • Membuat Kreasi dengan Origami Kertas.
  • Membuat Patung atau Pajangan dari Clay

   

   

   

Parents, ketika melakukan aktivitas fisik dengan anak, bicarakan langkah-langkah aktivitas atau gerakan dengan kosakata yang mudah dipahami anak terkait aktivitas yang akan mereka lakukan. Juga, buatlah aktivitas yang sederhana dan menyenangkan untuk anak, akan lebih baik bila anak menguasai terlebih dahulu apa yang dapat mereka lakukan, sebelum melanjutkan ke tahap aktivitas yang lebih menantang.

Focus on the Family Indonesia mendukung para parent untuk membekali anak anda sesuai dengan tahap perkembangan mereka. FOFI menyediakan berbagai program dan layanan seputar parenting, seperti Parental Guidance, Parenting Seminar, dan Parenting Counseling. Parents dapat menghubungi kami melalui direct message Instagram kami @focusonthefamilyindonesia atau WhatsApp pada nomor +6282110104006.

Referensi:

Berger, S. (2024, June 3). 35 Fine motor activities: our therapists’ ultimate list. NAPA. https://napacenter.org/fine-motor-activities/ 

Reynolds, B. (2024, July 12). 25 obstacle course ideas to improve gross motor skills. NAPA. https://napacenter.org/obstacle-course-ideas/

Uncategorized

5 Tips Membuat Resolusi Tahun Baru untuk Perubahan yang Nyata

Champs, sebentar lagi kita semua akan menyambut tahun yang baru serta, harapan baru untuk berdinamika di tahun tersebut. Rasa-rasanya akan kurang lengkap bila kita melewatkan momen ini tanpa menetapkan resolusi tahun baru. Resolusi tahun baru menjadi tradisi bagi banyak orang untuk merefleksikan masa lalu dan merencanakan masa depan yang lebih baik, yang menjadi bagian dalam ritual tahunan.

Apa itu Resolusi Tahun Baru?
Dalam banyak contoh, resolusi tahun baru berisikan rencana, harapan, dan keinginan besar yang ingin dicapai di tahun mendatang. Resolusi tahun baru didasari oleh anggapan umum bahwa tahun baru adalah saat yang tepat untuk membuka lembaran baru dan memulai hal-hal baru dalam kehidupan kita. Tradisi ini menjadi momentum saat individu mengubah kebiasaan buruk dan membentuk rutinitas baru yang dapat membantu perkembangan psikologis, emosional, sosial, fisik, dan intelektual. Resolusi tahun baru adalah komitmen untuk melakukan perubahan atau pencapaian tertentu dalam hidup pada awal tahun baru. Secara sederhana, resolusi tahun baru berarti memulai kebiasaan baru, mengubah sifat atau perilaku yang tidak diinginkan, mencapai tujuan pribadi, atau menjadi lebih baik di berbagai aspek kehidupan.

Membuat resolusi tahun baru, tidak selalu berakhir dengan akhir yang bahagia. Banyak orang yang akhirnya tidak berhasil mencapai resolusi tahun baru mereka karena beberapa alasan yang dapat saling terkait. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang memiliki false hope syndrome, yang sering kali didorong oleh rasa percaya diri yang berlebihan, menetapkan tujuan yang tidak realistis yang menyebabkan frustasi, dan akhirnya menyerah pada resolusi tersebut (Polivy & Herman, 2000). Faktor lain yang membuat tidak tercapainya resolusi ini adalah kurangnya dukungan/akuntabilitas, kekurangan waktu dan sumber daya, serta rasa takut akan kegagalan yang membuat seseorang lebih memilih untuk tidak mencoba sama sekali daripada menghadapi kemungkinan untuk gagal. 

Meskipun sebagian besar survei menunjukkan bahwa mayoritas orang tidak bertahan lama dengan resolusi tahun baru yang dibuat, sebuah penelitian di tahun 2020 menemukan bahwa 55% partisipan menganggap diri mereka berhasil mempertahankan resolusi setelah satu tahun (Oscarsson et al., 2020) dan mereka yang menetapkan resolusi tahun baru memiliki kemungkinan 10 kali lebih besar untuk benar-benar mengubah perilaku mereka daripada orang yang tidak membuat resolusi tersebut (Norcross et al., 2002). Meskipun resolusi tidak selalu tercapai, bukan berarti resolusi tidak layak untuk dibuat. Mereka yang membuat resolusi tahun baru artinya melihat masa depan dengan lebih optimis dan ingin menciptakan suatu perubahan. 

Dalam studi Oscarsson et al. (2020), para peneliti menemukan bahwa orang lebih berhasil mempertahankan resolusi yang dibuat saat mereka menggunakan approach-oriented goals (misalnya, mengubah kebiasaan makan atau tidur) daripada mereka yang memiliki avoidance-oriented goals (misalnya, jangan makan junk food). Tujuan yang berfokus pada hasil yang positif sering kali menawarkan lebih banyak motivasi intrinsik daripada tujuan yang berfokus pada menghindari hasil yang negatif. 

Resolusi tahun baru yang dibuat seringkali mengenai kesehatan, hubungan, keuangan, keluarga, kesehatan mental, hobi, kebiasaan baik, dan karier, seperti berikut ini:

  • Mulai rutin berolahraga minimal 3 kali seminggu.
  • Mengatur pola makan dengan lebih sehat, mengurangi konsumsi gula dan lemak.
  • Tidur cukup setiap malam, minimal 7-8 jam.
  • Membuat anggaran bulanan dan menabung minimal 10% dari pendapatan setiap bulan.
  • Membaca satu buku setiap bulan untuk memperluas wawasan.
  • Meluangkan waktu untuk keluarga dan teman secara rutin.
  • Menjalin lebih banyak pertemanan dan terlibat dalam komunitas.
  • Meluangkan waktu untuk keluarga dan teman secara rutin.
  • Melakukan meditasi atau latihan pernapasan untuk mengurangi stres.
  • Mengurangi penggunaan media sosial minimal 4 jam sehari.
  • Membuat to-do list harian untuk mengatur prioritas.
  • Melakukan pekerjaan sukarela atau membantu sesama yang membutuhkan.

Di atas merupakan beberapa contoh resolusi yang biasanya dibuat untuk memberikan perubahan dalam hidup individu. Namun, bagaimana caranya untuk membuat resolusi yang bukan hanya bagus, tapi dapat dipertahankan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu membuat resolusi tahun baru yang dapat dicapai.

  1. Menyusun Resolusi yang Realistis dan Memiliki Target
    Champs bisa memulai dari memilih tujuan yang spesifik dan dapat dicapai, daripada membuat tujuan yang ambigu. Tujuan yang jelas dan terfokus akan memudahkan karena dapat dipahami dan dilaksanakan. Membuat resolusi yang spesifik dapat dilakukan dengan metode SMART.
    S (Spesifik), tujuan bersifat jelas dan spesifik. Contohnya, saya akan berolahraga 3 kali seminggu selama 30 menit.
    M (Measurable), tujuan yang  dapat diukur akan memudahkan kita mengukur kemajuan atau pencapaian tujuan tersebut, seperti menetapkan apa saja yang harus diselesaikan dan kapan tujuan tersebut harus terlaksana. Contohnya, saya akan menabung Rp 1 juta setiap bulan.
    A (Achievable), memastikan bahwa tujuan yang kita buat realistis dan dapat dicapai berdasarkan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki. Tujuan yang terlalu ambisius atau di luar kemampuan kita, dapat menimbulkan perasaan frustrasi dan perasaan tidak mampu.
    R (Relevant), tujuan yang kita buat sesuai dengan nilai-nilai, motivasi, dan aspirasi yang dimiliki.
     T (Time-bound), champs menentukan batasan waktu yang jelas untuk mencapai tujuan agar tetap fokus terhadap tujuan.

    Baca juga: Ayo Raih Goal Dengan Metode SMART! https://focusonthefamily.id/ayo-raih-goal-dengan-metode-smart/

  2. Fokus Pada Satu Tujuan di Satu Waktu
    Fokus pada satu tujuan dalam satu waktu memungkinkan kita untuk lebih terarah, meningkatkan peluang keberhasilan mencapai tujuan, dan menyelesaikan satu hal terlebih dahulu dapat meningkatkan kepercayaan diri. Setelah mencapai satu tujuan, kita dapat melanjutkan ke tujuan berikutnya dengan energi dan motivasi yang lebih besar. Juga, saat kita fokus pada satu hal kita lebih mudah untuk membangun kebiasaan positif yang konsisten. Ketika champs membuat tujuan yang lebih besar atau kompleks, pertimbangkan untuk memecahnya menjadi beberapa bagian yang dapat dikelola untuk dikerjakan satu per satu.
  3. Membuat Rencana yang Terperinci
    Membuat rencana tertulis yang terperinci mulai dengan menuliskan tujuan yang ingin dicapai, membuat daftar hal-hal yang mungkin bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, dan mencatat hambatan yang mungkin menghalangi. Bila kita sudah mengetahui dengan pasti apa yang ingin dicapai dan kesulitan yang mungkin akan dihadapi, kita akan lebih siap untuk berpegang teguh pada resolusi dan mempertimbangkan taktik apa yang dapat digunakan ketika dihadapkan dengan tantangan di masa depan.
  4. Belajar dari Kegagalan di Masa Lalu
    Bila champs memilih untuk meraih tujuan yang sama dengan yang pernah dicoba di masa lalu, coba luangkan waktu untuk mengevaluasi hasil yang telah dicapai sebelumnya. Mengevaluasi strategi mana yang paling efektif atau yang tidak efektif dan apa yang menghalangi untuk memenuhi resolusi tersebut di tahun-tahun sebelumnya.
  5. Memahami Bahwa Perubahan adalah Sebuah Proses
    Perlu disadari bahwa setiap perubahan baik dalam diri kita maupun dalam kehidupan kita tidak terjadi secara instan, melainkan memerlukan waktu, usaha, dan tahapan-tahapan yang harus dilalui. Perubahan bukanlah sesuatu yang terjadi secara langsung setelah kita membuat keputusan atau menetapkan tujuan, tetapi merupakan sebuah perjalanan yang melibatkan berbagai langkah kecil, tantangan, dan pembelajaran sepanjang jalan. Ingatlah bahwa ini bukan perlombaan untuk menjadi yang tercepat mencapai garis finish, melainkan komitmen untuk mengubah perilaku yang mungkin akan terus dilakukan di sepanjang hidup. Setiap langkah kecil yang kita ambil menuju perubahan adalah kemajuan, meskipun mungkin hasilnya tidak langsung terlihat.

Jadi, apa resolusi tahun barumu? Jangan lupa untuk mencari dukungan dari orang lain karena dukungan emosional mereka dapat meningkatkan rasa percaya diri kita. Saat kita merasa didukung, ini akan membantu kita lebih yakin dan percaya diri dalam mengejar tujuan, bahkan ketika perjalanan tersebut sulit atau penuh tantangan.

“What the New Year brings to you will depend a great deal on what you bring to the New Year” – Vern McLellan

Apabila champs mengalami kebingungan dalam proses ini, Focus on the Family Indonesia siap membantu champs dalam mendukung perubahan diri menjadi lebih baik melalui program konseling. Champs juga dapat menemukan tips-tips aplikatif terkait pengembangan diri melalui Instagram kami @noapologiesindonesia atau melalui website Focus on the Family Indonesia.

 

Referensi:

Norcross, J. C., Mrykalo, M. S., & Blagys, M. D. (2002). Auld lang Syne: Success predictors, change processes, and self‐reported outcomes of New Year’s resolvers and nonresolvers. Journal of Clinical Psychology, 58(4), 397–405. https://doi.org/10.1002/jclp.1151 

Oscarsson, M., Carlbring, P., Andersson, G., & Rozental, A. (2020). A large-scale experiment on New Year’s resolutions: Approach-oriented goals are more successful than avoidance-oriented goals. PLoS ONE, 15(12), e0234097. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0234097

Polivy, J., & Herman, C. P. (2000). The False-Hope Syndrome. Current Directions in Psychological Science, 9(4), 128–131. https://doi.org/10.1111/1467-8721.00076 

Uncategorized

Kegiatan Malam Tahun Baru Penuh Makna Bersama Orang Terkasih

Tidak terasa tahun 2024 sebentar lagi usai, tinggal menghitung hari kita semua akan menyambut tahun dan perjalanan yang baru. Beberapa dari kita, mungkin sudah menyusun rencana menyambut pergantian tahun bersama orang terkasih, baik itu keluarga, teman, atau pasangan. 

Tahun baru adalah salah satu momen istimewa untuk menyambut lembaran baru bagi masing-masing individu. Setiap dari kita tentu ingin menghabiskan malam terakhir di tahun ini dengan penuh harapan, sukacita, dan kebahagiaan. Kita bisa menggunakan momen satu tahun sekali ini sebagai kesempatan untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang terdekat dan mengukir kenangan indah yang tak terlupakan. Berkumpul bersama juga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan penuh tawa, yang dapat memicu produksi hormon endorfin yang meningkatkan suasana hati dan membuat kita merasa lebih bahagia. Merayakan tahun baru bersama, dapat menjadi ajang untuk saling memberikan dukungan dan semangat satu sama lain. Kita dapat saling berbagi harapan dan resolusi untuk tahun yang akan datang. Maka dari itu, merayakan tahun baru bersama orang terkasih dapat memberikan kita manfaat baik secara emosional, sosial, dan psikologis yang sangat positif.

Malam pergantian tahun tentunya tidak harus dirayakan dengan acara yang meriah, mewah, dan banyak petasan. Namun, kita semua bisa memilih untuk merayakannya dengan cara yang lebih sederhana dan intim, tanpa mengurangi makna atau kebahagiaan perayaan tersebut. Perayaan yang sederhana, bila dirayakan bersama orang yang kita sayangi akan menjadi lebih bermakna, penuh kehangatan, bahkan seringkali lebih berkesan dibandingkan perayaan besar yang berlalu begitu saja. Inti dari dibuatnya perayaan tahun baru adalah kebersamaan untuk memperkuat ikatan emosional dan sosial kita.

Setiap dari kita, pasti memiliki keinginan dan gambaran yang berbeda tentang bagaimana ingin menghabiskan malam terakhir di tahun ini. Bagi anda yang belum memiliki rencana atau gambaran mengenai kegiatan untuk malam tersebut. Di bawah ini ada beberapa ide menarik yang bisa dilakukan saat malam tahun baru di rumah untuk menciptakan kegiatan seru dan istimewa serta mempererat relasi.

  1. Makan Bersama (Barbecue)

    Makan bersama dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya seperti masak bersama atau menggunakan tradisi potluck. Masak bersama dapat dilakukan dengan kegiatan barbecue atau bakar-bakar seafood, jagung, atau ayam. Lalu, semuanya akan berkumpul untuk makan sembari bertukar cerita. Sedangkan potluck adalah saat setiap orang membawa makanan yang berbeda untuk dibagikan dengan orang lain. 
  2. Bermain Games
    Bermain bersama bukan sekadar untuk mencari kesenangan, tapi juga dapat mempererat hubungan dan meningkatkan kreativitas. Berikut ini ada beberapa permainan yang bisa dilakukan bersama keluarga untuk menambah keceriaan di malam tahun baru:
    Tebak Kata, keluarga dapat memainkan permainan ini dengan setiap orang bergiliran memberi petunjuk dengan gerakan untuk kata tertentu, sementara yang lain harus menebak kata dengan tepat. Tema permainan dapat disesuaikan dengan tahun baru, seperti kata terompet, pesta, atau kembang api.
    – Kuis Tahun Baru, bertepatan dengan tahun baru, kita bisa membuat beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama satu tahun terakhir. Misalnya, “Siapa yang memenangkan piala dunia tahun ini?” atau “Apa tren yang paling populer di tahun lalu?”, permainan ini bisa membantu mengenang momen-momen penting yang terjadi sembari bersenang-senang.
    – 
    Truth or Dare, setiap anggota yang bermain dapat bergiliran memilih “kebenaran” atau “tantangan”. Permainan ini bertujuan agar anggota keluarga dapat mengenal satu sama lain dan mempererat hubungan dengan suasana yang lebih menyenangkan.
    Membangun Menara Balok, misi dalam permainan ini adalah membangun menara setinggi mungkin. Setiap orang dapat bergiliran menambahkan satu balok dan orang yang menumbangkan menara akan kalah.
  3. Mendekor Rumah dan Photo Booth
    Kita bisa menghias rumah dengan tema tahun baru yang mencerminkan suasana perayaan dan kegembiraan. Dekorasi yang kita gunakan dapat bervariatif dan dikreasikan sendiri, misalnya menggunakan hiasan lampu warna-warni, balon, atau pita-pita yang menggambarkan semangat menyambut tahun baru. Setelah mendekorasi beberapa bagian rumah, kita dapat menjadikan bagian tersebut sebagai spot foto bersama. Kita bisa menambahkan beberapa properti atau aksesoris lucu untuk photo booth seperti, topi, kacamata, papan tulisan, atau alat peraga bertemakan tahun baru.
  4. Menonton Film atau Karaoke

    Menonton film bersama dapat menciptakan momen yang menyenangkan. Menonton film di rumah membuat seseorang merasa lebih nyaman karena dapat menyesuaikan dan memilih genre film membangun misalnya film bertema keluarga. Membuat pesta menonton juga dapat dilakukan dengan menata ruangan dengan menggunakan sofa atau karpet, jugar menambahkan selimut atau bantal-bantal kecil. Camilan dan minuman juga bagian penting yang tidak boleh dilewatkan saat movie night. Beberapa makanan yang dapat disiapkan, seperti popcorn, keripik, atau buah potong. Setelah menonton film, kita juga dapat menambahkan kegiatan karaoke dengan menyiapkan mic atau speaker sebelumnya.
  5. Membuat Thankful Tree

    Thankful Tree adalah cara yang sangat menyenangkan dan bermakna untuk kita bisa mengungkapkan rasa terima kasih, terutama saat tahun baru. Pohon ini dapat dibuat dengan bahan yang ada dan sekreatif mungkin, misalnya dengan menggunakan ranting-ranting dari halaman rumah. Lalu, nantinya setiap daun dapat dibuat dari kertas dan menggunakan ornamen lain sebagai penghias pohon. Setiap daun akan berisi satu hal yang disyukuri oleh masing-masing anggota keluarga. Maka dari itu, thankful tree tidak hanya menjadi dekorasi indah, tetapi juga menjadi media untuk refleksi dan bersyukur atas apa yang sudah dilalui selama satu tahun belakangan.
  6. Membuat ‘Year-in Review’
    Cara yang sederhana untuk merayakan malam tahun baru bersama keluarga adalah dengan mengingat kembali kenangan bermakna menggunakan “Year-in Review”. Masing-masing dapat mengumpulkan foto-foto dari momen yang sudah dilalui sepanjang tahun, lalu mengumpulkannya dalam satu file atau album foto. Nantinya, setiap dari kita dapat menjelaskan makna dari foto-foto tersebut. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dari berbagi life update dan  kenangan berharga satu sama lain. 
  7. Membuat Time Capsule
    Tahun baru dapat digunakan sebagai momen yang tepat untuk memulai lembaran baru dalam hidup. Kita bisa membuat daftar resolusi untuk merenungkan apa yang ingin kita capai dan bagaimana kita ingin memperbaiki diri ke depannya. Ketika kita berbagi resolusi dengan orang terdekat, kita secara tidak langsung dapat saling mendukung dan memotivasi satu sama lain. Berbagi resolusi juga untuk mendapatkan perspektif yang berbeda tentang diri dan tujuan kita dari orang terdekat. Kita dapat mendapatkan masukan dan saran yang berharga untuk perkembangan diri.

    Membuat time capsule saat tahun baru dapat menjadi tradisi baru di momen pergantian tahun  Setelah melakukan refleksi terhadap harapan, tantangan, dan pencapaian yang ingin dicapai di tahun yang akan datang, kita bisa membuat kreasi time capsule sebagai wadah untuk catatan yang akan dibuka kembali di tahun berikutnya. Membuat time capsule bersama keluarga atau teman-teman dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk mengajarkan nilai-nilai seperti menghargai masa lalu, merencanakan masa depan, dan pentingnya menyimpan kenangan.

    Tahun baru bukan hanya sekadar pergantian tahun dan dilalui begitu saja, tetapi kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk merefleksikan perjalanan yang telah dilalui dan merancang masa depan yang lebih baik. Malam pergantian tahun dapat menjadi momen spesial untuk berkumpul bersama orang-orang terkasih, dengan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan, tahun baru akan terasa lebih bermakna dan penuh kebahagiaan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan setahun sekali ini untuk merayakannya bersama orang-orang yang berarti dalam hidup kita. Semoga perayaan tahun baru bersama orang-orang yang disayangi, semakin mempererat hubungan dan menciptakan kenangan indah yang tak terlupakan. 

    Semoga kita terus dikelilingi oleh orang-orang yang kita cintai, serta diberkahi dengan momen-momen penuh kebahagiaan, kesuksesan, dan cinta yang semakin mendalam.

“Cheers to a new year and another chance for us to get it right.” – Oprah Winfrey

 

Bagi anda yang ingin mendapatkan info dan tips-tips untuk membangun keluarga, anda dapat mengunjungi laman website kami di “Focus on The Family Indonesia” dan dapat terhubung melalui Instagram kami @focusonthefamilyindonesia, jangan lewatkan unggahan penuh inspirasi karena FOFI berdedikasi untuk memperlengkapi anda, membangun keluarga yang bahagia.

 

Uncategorized

Rahasia Pasangan Bahagia: Bagaimana Tetap Jatuh Cinta dalam Pernikahan

Couples, pengalaman menjalin hubungan, lalu menemukan cinta, dan berakhir dalam pernikahan adalah perjalanan hidup yang menakjubkan bagi setiap pasangan. Dalam proses tersebut setiap pasangan dipenuhi dengan banyak kebahagiaan, momen indah, dan tentu saja, kenangan saat dua insan jatuh cinta.

Namun, apa yang terjadi pada cinta setelah menikah? Kehidupan sehari-hari yang monoton, kurangnya komunikasi, ekspektasi pernikahan yang tidak sesuai, dan banyak faktor lainnya, dapat membuat perasaan cinta memudar seiring waktu. Setelah menikah, banyak pasangan yang kemudian bertanya-tanya, apakah mereka masih saling mencintai. Jadi, belajar untuk menjaga cinta tetap hidup dalam pernikahan menjadi sangat penting bagi setiap pasangan. Melalui niat dan komitmen yang penuh sadar, couples dapat memupuk cinta agar tumbuh subur dan semakin dalam setiap harinya. Mari jatuh cinta lagi dan lagi bersama pasangan kita.

Baca juga: “Kindness: Fondasi Pernikahan yang Bahagia”

Mendefinisikan Cinta

Cinta mengacu pada perasaan subjektif akan kasih sayang yang kuat terhadap seseorang dalam hubungan pribadi yang dekat seperti pernikahan, yang merupakan bagian integral dari pengalaman manusia (Sumter et al., 2013). Triangular theory of love oleh Sternberg (1986), dapat menjadi dasar untuk memahami persepsi mengenai cinta yang mendasari hubungan dekat. Tiga komponen cinta: 

  1. Intimacy, meliputi perasaan kedekatan, keterhubungan, dan ikatan yang dialami dalam hubungan cinta.
  2. Passion, merefleksikan daya tarik fisik, gairah seksual, dan kebutuhan akan kedekatan secara fisik.
  3. Decision/Commitment, dalam jangka pendek, keputusan bahwa seseorang mencintai orang lain, dan dalam jangka panjang, komitmen untuk mempertahankan cinta tersebut.

Banyaknya cinta yang dialami seseorang bergantung pada kekuatan absolut dari ketiga komponen tersebut, dan jenis cinta yang dialami seseorang bergantung pada kekuatan dari komponen terhadap satu sama lain. Komponen-komponen tersebut berinteraksi satu sama lain yang akan menghasilkan jenis pengalaman cinta yang berbeda. 

Cinta juga merupakan bentuk kepedulian yang mendalam terhadap pertumbuhan orang lain.   Ketika couples berpikir tentang apa artinya mencintai, coba pikirkan ungkapan cinta melalui tindakan, yaitu melakukan sesuatu dengan tujuan untuk memelihara pertumbuhan pasangan kita. Tindakan tersebut mungkin berupa meninggalkan hal-hal yang membuat kita sibuk untuk sementara waktu dan berkonsentrasi pada pasangan kita, sehingga mereka merasa diperhatikan. Mendengarkan dengan sungguh-sungguh ketika pasangan berbicara dan menghargai pandangannya, bahkan ketika pandangannya berbeda dengan pandangan kita.  Tindakan tersebut juga mungkin berupa menghabiskan waktu bersama dengan melakukan sesuatu yang masing-masing pribadi atau bahkan berdua sukai. Menghabiskan waktu tenang sambil merasa terhubung lagi bersama pasangan, seperti berjalan-jalan, berpelukan, duduk di bangku taman, atau menghabiskan waktu untuk beribadah. Dalam pernikahan, cinta bukan hanya sekadar perasaan, melainkan kekuatan kuat yang mengikat dua individu bersama untuk memberikan dukungan, kebahagiaan, dan kekuatan di sepanjang perjalanan kebersamaan mereka.

“Love is as love does. Love is an act of will, namely both an intention and an action. Will also implies choice. We do not have to love. We choose to love.” M. Scott Peck

 

Menjaga Cinta dalam Pernikahan

Pernikahan yang bahagia bukan hanya tentang jatuh cinta, tetapi juga tentang tetap memilih untuk mencintai setiap hari. Berikut ini tips-tips yang dapat couples lakukan untuk menjaga cinta dalam pernikahan anda.

  • Berkomunikasi dengan Jelas dan Sering
    Salah satu cara terbaik untuk memastikan pernikahan bertahan dan berhasil adalah dengan berbicara bersama pasangan. Bicara secara jujur tentang apa yang dirasakan, tetapi tetap bersikap baik dan hormat ketika berkomunikasi dengan pasangan. Bagian dari komunikasi yang baik adalah menjadi pendengar yang baik dan meluangkan waktu untuk memahami apa yang pasangan inginkan dan butuhkan dari kita. Jaga agar jalur komunikasi pasangan tetap terbuka dengan sering berbicara, bukan hanya terkait hal-hal seperti tagihan dan anak-anak. Berkomunikasilah untuk berbagi pikiran dan perasaan masing-masing.
  • Ciptakan Waktu untuk Tumbuh Bersama
    Kita sebagai individu terus berkembang dan berubah. Kita berubah secara bertahap setiap hari selama kita hidup bersama, tumbuh, dan mengalami hal-hal baik dan buruk. Kadang-kadang perubahannya signifikan, seperti pergeseran dari keluarga beranggotakan dua orang menjadi keluarga beranggotakan tiga orang. Terkadang perubahannya tidak terlalu signifikan, seperti beralih dari menikmati teh hitam ke teh hijau di pagi hari. Begitu pula yang terjadi dengan pasangan kita, mereka juga terus bertumbuh dan berubah.
    Sangat penting untuk menciptakan waktu bersama (bahkan di tengah kesibukan pekerjaan/karier/sosial). Meluangkan waktu berkualitas untuk berbicara, mendengarkan, dan saling menyemangati satu sama lain melalui momen-momen perubahan pribadi dan pertumbuhan hubungan. Dengan menciptakan waktu bersama, couples memberi kesempatan untuk terus belajar satu sama lain, tentang kesukaan dan ketidaksukaan masing-masing pasangan. Hal ini dapat dilakukan, seperti kencan malam mingguan, istirahat makan siang, minum kopi bersama, atau waktu-waktu di malam hari setelah anak-anak pergi tidur.
  • Express Your Love Often
    Ada banyak sekali cara untuk mengatakan “Aku mencintaimu”, jadi lakukan yang terbaik untuk mengetahui cara yang paling membuat pasangan merasakan cinta yang nyata. Sebagai contoh, beberapa orang mungkin ingin pasangannya secara eksplisit mengatakan kata cinta secara teratur, sementara yang lain mungkin merasa lebih dicintai jika pasangannya melakukan hal-hal kecil untuk mereka. Apapun masalahnya, lakukan sesuatu yang akan membuat pasangan merasa istimewa dan komunikasikan juga apa yang kita harapkan dari mereka untuk dilakukan ke kita.
  • Bersikap Baik Satu Sama Lain
    Tidak ada satupun manusia yang sempurna dan penting untuk menghormati, serta memahami pasangan kita. Saat bertengkar, couples perlu menghindari menyerang karakter pasangan. Misalnya, jangan katakan, “Kamu sangat malas dan tidak pengertian, kamu selalu bangun kesiangan.” Sebaliknya, cobalah mengatakan sesuatu seperti, “Aku merasa kesulitan menyiapkan sarapan untuk keluarga sambil mengurus bayi di pagi hari. Aku akan sangat menghargai jika kamu bisa bangun lebih awal untuk membantuku.”
  • Fight with Love
    Pertengkaran bagi pasangan akibat ketidaksepakatan atau masalah dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang normal terjadi. Ketidaksepakatan tentu tidak dapat dihindari, tetapi kabar baiknya adalah bahwa hal tersebut dapat dikelola dengan kejujuran, cinta, dan rasa hormat. Jika ditangani dengan baik, perselisihan atau konflik dapat memperkuat hubungan karena memberikan kesempatan bagi couples untuk saling mengomunikasikan kebutuhan atau mengetahui kekhawatiran mendasar satu sama lain. Tingkat pemahaman yang lebih dalam dapat dicapai ketika pasangan meluangkan waktu untuk mendengarkan satu sama lain. Penting bagi pasangan untuk mengingat bahwa kunci dari komunikasi adalah melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain. Mengembangkan empati dengan menempatkan diri pada posisi pasangan dan mengarahkan diskusi dengan cara yang objektif dan penuh kasih. Pada akhirnya, keberhasilan menyelesaikan argumen tidak terletak pada kesepakatan, melainkan pada saling memahami pikiran atau persepsi satu sama lain. 
  • Do Thing Together & Have Fun
    Menghabiskan waktu bersama, melakukan sesuatu bersama, tertawa bersama, dan bersenang-senang bersama adalah beberapa hal yang harus dimiliki oleh pasangan dalam suatu hubungan. Couples juga dapat mempertimbangkan mengikuti workshop atau seminar bersama pasangan untuk memperoleh keterampilan hidup yang lebih baik, yang dapat membantu pertumbuhan hubungan pernikahan. 
  • Menghargai Satu Sama Lain
    Never take your partner for granted. Ikatan cinta akan berkurang ketika pasangan mulai meremehkan satu sama lain. Cinta dapat dengan mudah berubah menjadi kebencian dan membuat hubungan menjadi berantakan. Sangat mudah untuk menganggap remeh seseorang ketika kita mulai hidup bersama mereka setiap hari, couples perlu melakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk mengekspresikan penghargaan terhadap satu sama lain, setiap harinya. Sedikitnya satu kali dalam setiap hari, couples perlu mengucapkan terima kasih kepada pasangan secara lisan. Misalnya, katakan bahwa kita berterima kasih dan bersyukur atas perhatian mereka yang sudah bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan.    

Begitu juga dengan hubungan, terlepas dari seberapa baik atau kuat cinta antara pasangan pada awalnya. Jika tidak dirawat dengan baik, cinta tersebut akan memudar seiring berjalannya waktu. Ingatlah, cinta dalam pernikahan adalah sebuah pilihan. Setiap hari adalah kesempatan untuk mencintai dan dicintai. Jadi, mari kita sama-sama berkomitmen untuk menjaga cinta dalam pernikahan. Mulai dari hal-hal kecil, seperti mengucapkan kata-kata sayang atau meluangkan waktu berkualitas bersama pasangan.

“A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person.” Mignon McLaughlin

Focus on the Family Indonesia mendukung para couple melalui layanan konseling pasangan dan program Journey to Us. Kami berkomitmen untuk membantu memelihara hubungan pernikahan yang harmonis bersama pasangan Anda. Couples dapat menjangkau kami melalui direct message Instagram kami @focusonthefamilyindonesia atau WhatsApp pada nomor +6282110104006.

 

Referensi:

Sternberg, R. J. (1986). A triangular theory of love. Psychological Review, 93(2), 119 https://doi.org/10.1037/0033-295X.93.2.119.

Sumter, S. R., Valkenburg, P. M., & Peter, J. (2013). Perceptions of love across the lifespan: Differences in passion, intimacy, and commitment. International Journal of Behavioral Development, 37(5), 417–427. https://doi.org/10.1177/0165025413492486 

 

Uncategorized

Rahasia di Balik Aktivitas Si Kecil: Perkembangan Motorik Anak

Parents, apakah pernah mendengar atau membaca seputar perkembangan motorik anak? Lebih lanjut, apa parents juga mengetahui perbedaan dan alasan mengapa keterampilan motorik sangat penting dalam perkembangan anak? 

Penting bagi parents untuk menekankan keterampilan motorik dalam perkembangan anak. Hal ini karena keterampilan motorik dapat membantu anak memiliki pertumbuhan yang sehat, mendorong kemandirian, dan membangun kepercayaan diri mereka dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

Motor Skills in Early Childhood
Parents, usia dini (0-6 tahun) adalah waktu perkembangan yang pesat dan fundamental bagi kehidupan anak selanjutnya. Usia ini merupakan usia anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sering disebut sebagai golden age pada anak. Salah satu kemampuan anak yang berkembang dengan pesat adalah kemampuan fisik atau motoriknya. Perkembangan fisik sendiri mengacu pada tingkat pertumbuhan dan kontrol anak terhadap otot, koordinasi, dan kemampuan untuk duduk, berdiri, berjalan, dan berlari. Sedangkan, perkembangan motorik adalah bagian dari perkembangan fisik, dan mengacu pada pertumbuhan kemampuan anak untuk menggunakan tubuh dan keterampilan fisik mereka.

Perkembangan motorik dibagi menjadi dua, yaitu keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus.

  1. Keterampilan motorik halus adalah gerakan dan koordinasi otot-otot kecil pada tubuh, yang biasanya berupa gerakan yang melibatkan jari-jemari dan tangan. Keterampilan motorik halus yang membuat anak dapat mengambil benda-benda kecil. Keterampilan ini juga penting untuk mendukung kemandirian dalam berpakaian, menyuapi makan, dan beraktivitas di sekolah.
  2. Keterampilan motorik kasar adalah kemampuan yang diperlukan untuk mengontrol otot-otot tubuh untuk gerakan besar. Gerakan ini biasanya melibatkan seluruh tubuh atau anggota tubuh yang besar, seperti lengan dan kaki. Keterampilan ini mencakup kemampuan merangkak, berjalan, melompat, berlari, dan banyak lagi. Juga, mencakup keterampilan dengan tingkat yang lebih tinggi seperti memanjat, melompat, serta melempar dan menangkap bola.

Peran Keterampilan Motorik pada Anak
Sejak bayi, anak-anak memulai perjalanan pengembangan keterampilan motorik yang akan berlangsung seumur hidup. Keterampilan motorik sangat penting untuk perkembangan anak usia dini karena berfungsi sebagai fondasi untuk interaksi fisik dan perkembangan perilaku anak secara keseluruhan. Perkembangan ini juga bukan hanya mengenai gerakan, tetapi juga tentang membentuk fondasi yang kuat untuk kemandirian anak.

Keterampilan motorik halus dan kasar berkaitan erat dengan kemampuan kognitif dan fungsi eksekutif anak, seperti memori dan mengingat arah. Penelitian neurofisiologis mengungkapkan bahwa daerah otak yang bertanggung jawab atas fungsi kognitif dan motorik sangat erat kaitannya dengan anak sejak usia dini. Keterampilan yang anak kembangkan di masa kanak-kanak, seperti merangkak dan berjalan. Tidak hanya membantu mereka bergerak, tetapi juga menentukan bagaimana cara anak berpikir dan memproses informasi di kemudian hari. Maka, anak-anak dengan keterampilan motorik yang lebih tinggi tidak hanya menunjukkan pola aktivasi otak yang lebih jelas, tetapi juga menunjukkan peningkatan akurasi dalam tugas-tugas memori kerja dan pengambilan keputusan.

Ketika anak-anak menghadapi tantangan dan rintangan fisik, kemampuan motorik mereka juga menjadi keterampilan pemecahan masalah yang baik. Keterampilan motorik dan interaksi bersama lingkungan adalah potongan-potongan puzzle yang bila dihubungkan, memberikan dorongan bagi anak untuk belajar dan meningkatkan kapasitas problem solving. Misalnya, saat anak sedang bermain menumpuk balok, anak akan belajar terkait koordinasi mata dan tangan serta perencanaan untuk menyelesaikan misi yang ada. Hal ini dapat membantu mereka memfokuskan sumber daya saraf pada tugas-tugas kognitif sehari-hari.

Pentingnya keterampilan motorik berlanjut hingga saat anak memasuki taman kanak-kanak dan sekolah. Perkembangan keterampilan motorik halus berkaitan dengan kesiapan dan kesuksesan akademis karena memungkinkan anak untuk melakukan tugas-tugas seperti menulis. Melalui kemampuan koordinasi mata-tangan dapat membantu anak menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan ketelitian. Keterampilan motorik kasar memungkinkan anak untuk menavigasi lingkungan sekolah dengan aman dan berpartisipasi dalam kegiatan, seperti olahraga dan pendidikan jasmani. 

Ketika parents mengetahui dan menyadari pentingnya keterampilan motorik pada anak. Parents dapat mempelajari tanda-tanda bahwa anak berada di jalur yang sesuai dengan perkembangan keterampilan motoriknya. Namun, perlu diketahui juga bahwa setiap anak memiliki tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda, sehingga orang tua dapat mendorong perkembangan keterampilan yang progresif sesuai dengan kemampuan anak dan kelompok usianya. 

Parents dapat mendukung perkembangan motorik secara aktif, melalui perpaduan aktivitas di dalam dan luar ruangan. Aktivitas ini dapat berfungsi sebagai taman bermain untuk melatih keterampilan motorik anak. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar, yaitu melalui kegiatan yang dapat meningkatkan koordinasi dan kepercayaan diri mereka.

“Children grow and develop fast during their toddler years. They start exploring their world more independently. Their coordination improves and they begin doing more things for themselves.”

Parents memiliki peran besar dalam menemani dan membimbing anak pada tahap perkembangannya, terutama dalam memastikan anak mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasarnya.

Focus on the Family Indonesia mendukung para parents untuk membekali anak anda sesuai dengan tahap perkembangan mereka. FOFI menyediakan berbagai program dan layanan seputar parenting, seperti Parental Guidance, Parenting Seminar, dan Parenting Counseling. Parents dapat menghubungi kami melalui direct message Instagram kami @focusonthefamilyindonesia atau WhatsApp pada nomor +6282110104006.

 

Referensi:

Lifespan Children’s Rehabilitation Services. (2023). Fine and Gross Motor Skills Development – Lifespan. Retrieved from https://www.lifespan.org/sites/default/files/2023-02/HCH-Fine%2BGross-Skills_infographic.pdf

Play, P. (2024, May 13). Unlocking Potential: Why are motor skills important in child growth & development? Poppyseed Play. https://poppyseedplay.com/blogs/calm/why-are-motor-skills-important?srsltid=AfmBOoqP-Re_vi2iCK0clkFju-jJefc7db64tfH5pWua4wb4jhdVgCr6

Uncategorized

Mengapa Aku Merasa Tidak Termotivasi?

Champs, apakah pernah merasa kewalahan, bingung, stres, atau bahkan burned out di beberapa waktu tertentu?

Apa yang kita rasakan ini dapat menyebabkan tingkat motivasi menjadi turun karena tidak tahu apa yang harus dikejar atau tidak memiliki energi yang cukup untuk mengejar tujuan yang ada.

Apa itu Lack of Motivation?
Dalam literatur ilmiah, motivasi sering didefinisikan sebagai proses dimana aktivitas yang diarahkan pada suatu tujuan yang dipicu dan dipertahankan (Schunk et al., 2014). Motivasi adalah konstruk teoritis yang digunakan untuk menjelaskan inisiasi, arah, intensitas, dan ketekunan perilaku, terutama perilaku yang diarahkan pada tujuan (Brophy, 2004). Motivasi adalah sebuah proses yang membantu kita mencapai tujuan.

Lack of motivation mengacu pada kurangnya semangat dan antusiasme dalam melakukan suatu pekerjaan (Sasson, 2019). Menurut Shore (2017), kurangnya motivasi juga dapat diartikan sebagai sikap tidak peduli terhadap apa yang seharusnya dilakukan. Lack of motivation lebih dari sekadar tidak ingin melakukan sesuatu. Ini dapat terjadi ketika kita merasa lelah, kewalahan, atau tidak yakin dengan apa yang kita inginkan. Lack of motivation seringkali berkaitan dengan tugas-tugas tertentu. Hal ini dapat terlihat seperti menunda-nunda pekerjaan, sulit fokus, atau merasa buntu.

Motivasi kita dapat sangat mungkin terkuras atau berkurang karena beberapa prioritas fisiologis dan psikologis yang tidak terpenuhi. Kebutuhan yang tidak terpenuhi tersebut bisa jadi terkait dengan lingkungan, hubungan, emosi, atau hal lainnya. Di waktu-waktu tersebut, kita merasa tidak bersemangat atau terdorong untuk memulai atau menyelesaikan tugas. Semisal, ketika sedang merasa motivasi berada di titik terendah karena sedang lapar, mengantuk, lelah, merasa sedih, atau cemas. Memotivasi diri untuk melakukan kegiatan lain di saat-saat ini akan terasa sangat sulit bagi kita.

Kurang Motivasi pada Remaja

Masa remaja adalah periode perubahan hormon yang signifikan, yang dapat memengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan motivasi. Tingkat hormon yang berubah, seperti estrogen dan testosteron, dapat menyebabkan pergeseran yang signifikan dalam motivasi dan dorongan.

Champs, juga mungkin mengalami tekanan akademis yang bisa menjadi sumber masalah motivasi. Kita sering menghadapi tekanan akademis yang ekstrem, termasuk ekspektasi yang tinggi dari orang tua, guru, atau bahkan teman sebaya. Faktor lainnya ketika mengalami tekanan saat ujian, kebutuhan untuk mempertahankan nilai yang baik, dan sifat kompetitif dari lingkungan pendidikan. Semua hal di atas terkadang dapat membuat kita kewalahan dan akibatnya bereaksi pada kurangnya motivasi. 

Hal yang juga terjadi pada kita para remaja adalah kita tidak memiliki tujuan yang didasari dari diri sendiri. Seringnya, kita sudah diberikan formula dan didikte mengenai hal-hal yang harus dilakukan untuk menjadi sukses di dunia saat ini. Kita tidak memiliki kesempatan untuk mencoba hal yang kita sukai dan membuat pilihan berdasarkan intuisi diri sendiri. Ketika kita tidak memiliki tujuan atau alasan yang jelas untuk melakukan suatu hal, kita akan kesulitan untuk tetap termotivasi dan fokus mencapai tujuan. 

How To Improve Motivation To Do Things
Champs,
ketika kita sedang berada di kondisi tidak memiliki motivasi untuk menyelesaikan suatu tugas atau bahkan memulainya. Coba pertimbangkan kemungkinan alasan mengapa kita merasakan hal tersebut. Kemudian, kembangkan rencana atau strategi yang membantu memotivasi diri untuk mengambil langkah pertama, yaitu memulai.

Perlu diingat oleh champs bahwa tidak semua strategi berhasil untuk semua orang dan dalam setiap situasi. Kita dapat melakukan beberapa percobaan melalui eksperimen perilaku untuk melihat strategi mana yang paling membantu kita memotivasi diri. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi, antara lain:

  • Take (small) Breaks
    Berikan izin kepada diri kita sendiri untuk beristirahat sejenak dari pekerjaan atau kegiatan yang membuat stress. Beristirahat sejenak dapat membantu champs mengatur ulang dan menemukan kembali motivasi diri. Namun, jangan beristirahat terlalu lama karena hal ini dapat memengaruhi kemampuan kita untuk menjalani kehidupan yang bermakna.
  • Reward Yourself
    Berikan hadiah kecil untuk diri kita sendiri yang diperoleh atas kerja keras yang telah dilakukan. Reward yang diberikan dapat membantu champs untuk tetap bersemangat dan tetap termotivasi untuk mencapai tujuan. Pemberian reward juga dapat disesuaikan, apakah champs akan lebih termotivasi dengan hadiah yang lebih kecil dan lebih sering atau hadiah yang lebih besar ketika pekerjaan telah selesai.
  • Practice Self-Care
    Champs
    dapat membuat rencana perawatan diri yang sehat yang memungkinkan untuk menjaga pikiran dan tubuh kita.

    – Berolahraga secara teratur
    – Tidur yang cukup
    – Minum air putih dan makan makanan yang sehat
    – Jalan-jalan di alam
    – Luangkan waktu untuk bersantai dan bersenang-senang
    – Gunakan healthy coping skills untuk mengatasi stres
    – Hindari kebiasaan yang tidak sehat, seperti makan berlebihan dan minum minuman beralkohol
  • Temukan Motivasi Intrinsik
    Kita dapat mengidentifikasi kegiatan atau hal yang benar-benar disukai atau kita anggap bermakna. Ketika terlibat dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan nilai-nilai diri, motivasi intrinsik akan lebih mungkin muncul dan mempertahankan antusiasme ketika kita melakukan suatu kegiatan. Hal ini juga yang akan membantu mengembangkan rasa memiliki tujuan.
  • Building a Supportive Network: The Power of Encouragement
    Mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang memberikan dukungan. Kita dapat menemukan inspirasi dari orang lain yang telah menghadapi tantangan serupa terkait dengan kurangnya motivasi. Membagikan pengalaman dengan mereka yang telah mengatasi perjuangan serupa menunjukkan bahwa kita juga dapat mengatasi kesulitan dan menjadi lebih kuat. Supportive network membantu champs tetap termotivasi dengan memberikan dorongan, saran, dan rasa kebersamaan.
  • Break Down Tasks Into Smaller, Easier Tasks
    Mengatasi lack of motivation dapat dilakukan dengan membuat tugas-tugas besar menjadi lebih sederhana dengan menguraikannya menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Ketimbang melakukan tugas sekaligus, champs bisa melakukan langkah-langkah yang lebih sederhana dan lebih mudah dilakukan, namun tetap berkontribusi pada tercapainya tujuan. Pendekatan ini meminimalisir rasa kewalahan, sehingga kita dapat berfokus untuk menyelesaikan satu langkah di satu waktu. Kita juga dapat menetapkan rencana yang lebih jelas, melihat dan merasakan setiap progress melalui setiap langkah yang diselesaikan.
  • Cari Bantuan Profesional
    Jika motivasi yang dimiliki tetap rendah selama dua minggu atau lebih, bahkan memengaruhi fungsi keseharian, champs dapat mencari bantuan profesional. Misalnya, ketika kita tidak dapat melakukan aktivitas, kinerja menurun, atau ketika kita tidak memiliki motivasi untuk meninggalkan rumah. Tanda tersebut dapat menjadi hal yang serius dan perlu segera mendapatkan bantuan profesional.

Bila champs sedang merasa kewalahan, di situasi stres, burned out, atau bahkan sedang tidak termotivasi. Champs dapat menjangkau layanan konseling Focus on the Family Indonesia melalui direct message Instagram kami @focusonthefamilyindonesia atau WhatsApp pada nomor +6282110104006. FOFI siap membantu champs dalam melalui proses tersebut.

 

Referensi:

Brophy, J. (2004). Motivating students to learn. In Routledge eBooks. https://doi.org/10.4324/9781410610218

Lcsw, A. M. (2023, December 5). What to do when you have no motivation. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-to-do-when-you-have-no-motivation-4796954

Schunk, D. H., Pintrich, P. R., & Meece, J. L. (2014). Motivation in education: Theory, research, and applications.