Rahasia Merawat Komitmen Agar Pernikahan Tetap Kuat
Couples, bersama pasangan, Anda telah melalui fase jatuh cinta dan mengikat janji pernikahan, serta menjalani hidup bersama orang terkasih. Perjalanan untuk mempertahankan hubungan pernikahan yang sehat bisa jadi jauh lebih sulit karena cinta dalam pernikahan membutuhkan kerja keras, dedikasi, kesabaran, pengertian, dan komitmen untuk hubungan yang dapat bertahan lama.
Apa itu Komitmen?
Pernikahan adalah sebuah janji antara dua orang untuk saling mencintai dan mendukung satu sama lain selama sisa hidup mereka. Hal ini merupakan bentuk dari komitmen dalam pernikahan. Komitmen dalam pernikahan mungkin memiliki pengertian yang berbeda dari satu individu dengan yang lainnya, tapi yang pasti komitmen adalah keputusan pribadi. Keputusan untuk setia pada pasangan, tidak peduli apapun rintangan yang mungkin terjadi di depan nanti. Hal ini juga berarti menempatkan kebutuhan pasangan di atas kebutuhan diri sendiri, serta keteguhan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada bersama-sama. Sebagai contoh, jika salah satu pasangan menerima tawaran pekerjaan di kota lain untuk memberikan stabilitas keuangan yang lebih baik, pasangan yang berkomitmen mungkin akan bersedia untuk pindah mengikuti pasangannya.
Menurut Nemati et al. (2020), komitmen adalah faktor utama dalam kehidupan pernikahan dan memainkan peran penting dalam menjaga kelangsungan dan kesehatan pernikahan. Ketiadaan komitmen dapat menghancurkan ikatan pernikahan dan mengguncang fondasi keluarga yang dapat berujung pada perceraian. Komitmen dalam sebuah hubungan dapat diartikan sebagai seberapa besar seseorang menilai hubungan tersebut layak untuk dilanjutkan dan sejauh mana ia memiliki rasa aman, damai, dan percaya (Allendorf & Ghimire, 2012). Komitmen dalam pernikahan sendiri menunjukkan keinginan seseorang untuk melanjutkan pernikahannya, memiliki stabilitas pernikahan, mengekspresikan cinta, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih tepat.
“A strong relationship starts when two brave people who are ready to sacrifice anything to each other.” – Mary Robertson
Komitmen dalam pernikahan mencakup tiga dimensi, yaitu personal, moral, dan struktural (Nemati et al., 2022). Komitmen pribadi merujuk pada perhatian dan keinginan seseorang untuk terus menjaga hubungan pernikahan. Komitmen ini mencerminkan pemahaman individu tentang pasangannya dan hubungan mereka, serta seberapa berharga hubungan itu bagi dirinya. Komitmen moral menggambarkan sejauh mana seseorang merasa memiliki kewajiban untuk mempertahankan hubungan, dengan nilai dan keyakinan yang menjadi dasar bagi perilakunya yang dianggap benar atau tepat dalam konteks hubungan tersebut. Sementara itu, komitmen struktural menunjukkan bahwa seseorang merasakan keharusan untuk mempertahankan hubungan karena faktor eksternal yang mempengaruhi, seperti norma budaya atau kebiasaan.
Seperti halnya dalam interaksi manusia pada umumnya, komitmen dalam pernikahan merupakan elemen penting dalam setiap hubungan yang berhasil. Komitmen menjadi dasar yang memperkuat kepercayaan, cinta, dan rasa saling menghormati. Adanya komitmen dalam sebuah pernikahan, membuat hubungan memiliki peluang besar untuk dapat bertahan saat menghadapi berbagai tantangan berat.
Elemen Vital Komitmen dalam Pernikahan
1 . Komunikasi
Salah satu elemen paling penting dalam komitmen pernikahan adalah komunikasi yang efektif. Melalui komunikasi, pasangan dapat saling berbagi pikiran, perasaan, dan kebutuhan mereka. Menjaga komunikasi tetap terbuka dapat membantu pasangan untuk saling mengungkapkan perasaan, kebutuhan, dan kekhawatiran mereka. Komunikasi dengan jujur juga dapat membantu pasangan agar saling memahami dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah yang muncul dalam hubungan.
2. Forgiveness
Dalam pernikahan, kita perlu menyadari bahwa tidak ada pasangan yang sempurna. Setiap orang pasti pernah berbuat salah, baik itu dalam kata-kata, tindakan, atau bahkan tanpa disengaja. Menyadari hal ini membantu kita untuk lebih bijaksana dan realistis dalam menghadapi masalah yang mungkin muncul. Kemampuan untuk memaafkan pasangan saat mereka melakukan kesalahan berarti memberikan kesempatan kedua dan menunjukkan kematangan dalam hubungan. Memaafkan juga dapat mengurangi ketegangan dan memberi ruang pemulihan hubungan. Selain itu, saat kita yang melakukan kesalahan, sangat penting untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan sebagai bagian dari tanggung jawab kita dalam hubungan. Hal ini membantu membangun kepercayaan dan mempererat ikatan emosional di antara couples. Ketika kedua belah pihak dapat saling memaafkan dan terbuka dalam mengakui kesalahan, pernikahan akan menjadi lebih kuat dan lebih mampu bertahan menghadapi tantangan.
3. Menghargai Pasangan
Menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada pasangan merupakan cara yang sangat efektif untuk memperkuat hubungan emosional dalam pernikahan. Tindakan sederhana seperti mengucapkan “terima kasih” atau memberikan pujian sebagai ungkapan, bahwa kita menghargai apa yang mereka lakukan, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun tindakan besar yang mereka lakukan untuk kita. Ini juga membuat pasangan merasa dihargai dan diperhatikan. Ketika pasangan merasa dihargai, mereka akan lebih termotivasi untuk menjaga hubungan yang sehat dan penuh kasih. Hal ini tidak hanya mempererat kedekatan emosional, tetapi juga memperkuat cinta dan komitmen dalam pernikahan. Selain itu, menunjukkan penghargaan secara konsisten terhadap pasangan menciptakan suasana positif dalam pernikahan, di mana kedua pihak dapat merasa saling mendukung dan dihargai.
4. Sacrifice & Compromise
Komitmen dalam pernikahan membutuhkan yang namanya pengorbanan dan kompromi karena seperti yang kita tahu, bahwa pernikahan tidak akan selalu berjalan lancar. Terkadang, ketika menghadapi tantangan atau perbedaan pendapat, salah satu pasangan harus rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi kebaikan hubungan atau kebahagiaan pasangannya. Pengorbanan ini bisa berupa waktu, energi, atau bahkan perubahan prioritas hidup yang dilakukan untuk mendukung pasangan atau menjaga keharmonisan rumah tangga. Komitmen dalam pernikahan juga berarti kesiapan untuk berkompromi karena keinginan, harapan, atau pandangan yang berbeda bersama pasangan. Makna kompromi bukan berarti kita tutup mata atas segala kesalahan, entah itu kekerasan atau kebohongan yang dilakukan oleh pasangan. Namun, kompromi mengarahkan bahwasanya kita dan pasangan akan sangat mungkin melakukan kesalahan, tapi juga memiliki kesempatan untuk sama-sama belajar menjadi lebih baik bagi satu sama lain. Dalam banyak situasi, pasangan harus bisa menemukan solusi yang dapat diterima bersama, sehingga tetap saling menghargai kepentingan masing-masing. Hal terpenting yang dapat pasangan lakukan adalah menjadikan hubungan sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil. Ketika kedua pasangan menyadari bahwa hubungan mereka lebih penting daripada kepentingan pribadi, mereka akan lebih mudah untuk berkompromi dan saling berkorban demi kebahagiaan bersama.
5. Waktu untuk Satu Sama Lain
Memberikan waktu untuk satu sama lain adalah aspek krusial dalam komitmen pernikahan. Menghabiskan waktu berkualitas bersama dapat membantu menjaga kedekatan emosional dan memperkuat ikatan dalam hubungan. Hal ini juga menjadi bukti nyata bahwa kita tetap memprioritaskan pasangan di atas segalanya. Couples dapat melakukannya dengan berbagai cara yang disukai oleh pasangan, seperti mengadakan kencan malam atau melakukan aktivitas bersama. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama dapat memperbarui dan menjaga kebahagiaan, serta keharmonisan antar pasangan. Ini juga membantu untuk mempertahankan “percikan api” dalam hubungan, guna mencegah rutinitas yang bisa menyebabkan hubungan menjadi kering atau monoton.
6. Kepercayaan
Kepercayaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam komitmen pernikahan. Kepercayaan dibangun secara bertahap melalui konsistensi dalam kata dan tindakan yang berarti pasangan harus dapat diandalkan, jujur, dan terbuka satu sama lain. Kejujuran dalam berbicara, mengungkapkan perasaan, dan bahkan dalam hal-hal kecil sangat penting untuk memperkuat kepercayaan. Selain itu, menepati janji adalah cara lain untuk menunjukkan bahwa pasangan dapat dipercaya karena tanpa adanya kepercayaan, hubungan tidak dapat bertahan lama akibat hilangnya rasa aman dan nyaman yang diberikan di hubungan tersebut.
Meningkatkan komitmen dalam pernikahan tentunya memerlukan usaha dan kesadaran dari kedua belah pihak untuk bersama-sama membangun hubungan yang lebih kuat. Berikut ini beberapa cara untuk pasangan dapat meningkatkan komitmen dalam pernikahan:
- Menetapkan Tujuan Bersama
Salah satu cara untuk meningkatkan komitmen dalam pernikahan adalah dengan menetapkan tujuan bersama dan berusaha mencapainya bersama-sama. Tujuan bersama bisa berupa berbagai hal, mulai dari tujuan keuangan hingga pengembangan diri atau bahkan rencana perjalanan. Memiliki tujuan yang ingin dicapai bersama dapat mempererat hubungan dan membuat pasangan merasa lebih terhubung. Komitmen akan semakin kokoh ketika pasangan bekerja bersama untuk meraih tujuan yang sama, baik itu terkait dengan keluarga, karier, atau impian lainnya.
- Menghadapi Tantangan Bersama
Ketika pasangan berkomitmen untuk terus memperbaiki dan menjaga hubungan yang sehat, ini menegaskan bahwa hubungan pernikahan adalah prioritas yang perlu dijaga. Hal ini juga berarti pasangan harus siap untuk saling membantu dan mendukung, terutama saat menghadapi masa-masa sulit. Saat pasangan bekerja sama untuk menghadapi tantangan dan cobaan yang ada, sebenarnya couples sedang memperkuat komitmen terhadap satu sama lain. Menghadapi masalah bersama-sama bukan hanya soal menyelesaikan masalahnya, tetapi juga tentang proses saling mendukung, saling percaya, dan saling menghargai dalam menghadapi situasi sulit. Pada akhirnya, pasangan tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memperkokoh fondasi hubungan dan memperkuat komitmen untuk tetap bersama dalam waktu yang lama.
- Mencari Bantuan professional
Untuk menjaga komitmen dalam hubungan, mencari bantuan saat dibutuhkan adalah langkah yang sangat penting. Tidak ada hubungan yang sempurna, dimana setiap pernikahan pasti akan menghadapi tantangan atau kesulitan di suatu waktu. Jika masalah dalam hubungan tidak segera diselesaikan, masalah tersebut dapat berkembang menjadi lebih besar dan lebih sulit diatasi. Mencari bantuan baik itu dari konselor pernikahan, terapis, atau bahkan teman dan keluarga yang dapat memberikan dukungan, dapat mencegah masalah kecil berkembang menjadi masalah yang besar. Mencari bantuan pada saat yang tepat, membantu pasangan untuk terus berkembang bersama dengan keterampilan mengelola masalah yang efektif untuk memperkuat komitmen dan menjaga keharmonisan dalam hubungan.
Komitmen dalam pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa dicapai secara instan. Komitmen membutuhkan kerja keras dan kesabaran yang konsisten setiap harinya untuk menjaga hubungan pasangan tetap sehat dan berkembang. Terkadang, ada masa-masa sulit yang perlu dihadapi oleh setiap pasangan, dimana komitmen yang dimiliki akan diuji pada saat tersebut. Namun, dengan dedikasi dan niat yang kuat untuk mempertahankan dan menjaga hubungan, pasangan tentu dapat mengatasi rintangan tersebut. Melalui waktu, pengorbanan, dan usaha yang berkelanjutan, komitmen ini akan menciptakan kebahagiaan serta keharmonisan bersama.
“Love is an unconditional commitment to an imperfect person. To love somebody isn’t just a strong feeling. It is a decision, a judgement, and a promise.” – Erich Fromm
Jatuh cinta adalah mudah, namun membangun cinta setiap hari tidaklah mudah karena membutuhkan usaha dan komitmen untuk terus memupuk dan menjaganya. Kami menyediakan beragam seminar bagi pasangan suami istri yang sesuai dengan kebutuhan Anda, juga program “Journey to Us” untuk menjaga dan meningkatkan hubungan Anda dengan orang terkasih. Couples juga bisa mendapatkan layanan konseling bersama pasangan untuk mengelola masalah secara lebih efektif dengan bantuan profesional. Anda dapat menghubungi kami melalui direct message Instagram kami @focusonthefamilyindonesia atau WhatsApp pada nomor +6282110104006.
Referensi:
Allendorf, K., & Ghimire, D. J. (2012). Determinants of marital quality in an arranged marriage society. Social Science Research, 42(1), 59–70. https://doi.org/10.1016/j.ssresearch.2012.09.002
Nemati, M., Behmanesh, F., Kheirkhah, F., Geraili, Z., & Pasha, H. (2022). Marital commitment and Mental health in Different Patterns of mate selection: A comparison of modern, mixed, and traditional patterns. Iranian Journal of Psychiatry. https://doi.org/10.18502/ijps.v17i4.10691
Nemati, M., Pasha, H., Kheirkhah, F., Geraili, Z., & Behmanesh, F. (2020). General health, economic status, and marriage duration as predictors of marital commitment during reproductive age among Iranian married women. Caspian Journal of Reproductive Medicine, 6(2), 6-11.










